Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz
Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz

Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz

LintasWarganet.com – 15 April 2026 | Ketegangan di Selat Hormuz semakin memuncak setelah beberapa negara Barat meningkatkan tekanan ekonomi dan militer terhadap wilayah itu. Sebagai respons, dua negara anggota BRICS—Rusia dan China—menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kemitraan strategis tanpa batas, sekaligus membangun poros Eurasia yang lebih solid.

Rusia dan China menilai bahwa upaya blokade Barat tidak hanya mengancam pasokan energi global, tetapi juga menggoyahkan keseimbangan geopolitik di kawasan Asia‑Eropa. Kedua negara menyatakan kesiapan mereka untuk memperluas kerja sama di bidang energi, transportasi, serta pertahanan, guna menciptakan jalur alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan pada rute laut yang dikuasai Barat.

Berikut adalah langkah‑langkah utama yang telah direncanakan dalam rangka memperkuat poros Eurasia:

  • Pengembangan koridor darat: Penyambungan jaringan kereta api dan jalan raya yang menghubungkan pelabuhan Iran, Turki, dan negara‑negara Kaukasus, memungkinkan transportasi minyak dan barang tanpa melewati Selat Hormuz.
  • Kerjasama energi: Pembangunan pipa gas lintas‑batas antara Rusia, China, dan Turkmenistan, serta investasi bersama dalam proyek‑proyek minyak di Iran dan Ukraina.
  • Latihan militer bersama: Penggelaran latihan gabungan angkatan laut di Laut Hitam dan Laut Tengah sebagai sinyal kesiapan pertahanan bersama.
  • Platform perdagangan alternatif: Penguatan sistem pembayaran bilateral berbasis mata uang nasional, mengurangi penggunaan dolar AS dalam transaksi perdagangan.
  • Inisiatif keamanan maritim: Penempatan kapal patroli bersama untuk mengawasi jalur pelayaran di sekitar Teluk Persia dan mencegah aksi intimidasi.

Para analis menilai bahwa sinergi antara Rusia dan China tidak hanya akan memberikan alternatif logistik bagi negara‑negara yang terdampak blokade, tetapi juga memperkuat posisi tawar mereka dalam negosiasi internasional. Dengan mengintegrasikan jaringan transportasi darat, energi, dan pertahanan, poros Eurasia berpotensi menjadi kekuatan penyeimbang utama terhadap dominasi Barat.

Namun, upaya ini tidak lepas dari tantangan. Konflik kepentingan di kawasan Kaukasus, sanksi ekonomi yang masih berlaku, serta keraguan beberapa negara mengenai kestabilan politik di Iran dapat memperlambat pelaksanaan proyek‑proyek tersebut. Meski begitu, komitmen bersama Rusia dan China menunjukkan bahwa mereka siap menanggapi agresi Barat dengan strategi jangka panjang yang melibatkan diversifikasi jalur perdagangan dan peningkatan kerjasama keamanan.