Bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif
Bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

Bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

LintasWarganet.com – 15 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengirimkan Wakil Menteri Pertahanan sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Prabowo Subianto, untuk bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada 26 April 2024 di Istana Élysée, Paris. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara dalam memperdalam hubungan strategis, khususnya di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi kreatif.

Dalam perbincangan yang berlangsung selama lebih dari dua jam, Prabowo menekankan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional melalui kerja sama teknologi militer, pelatihan bersama, serta pertukaran intelijen. Ia menyoroti bahwa Indonesia tengah mengembangkan program modernisasi alutsista, termasuk kapal selam, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara, yang memerlukan dukungan teknis dan transfer pengetahuan.

Macron menanggapi dengan menyatakan kesiapan Prancis untuk menjadi mitra strategis. Ia menambahkan bahwa Prancis memiliki pengalaman luas dalam industri pertahanan, termasuk produksi kapal selam kelas Barracuda dan pesawat tempur Rafale, yang dapat menjadi referensi bagi Indonesia. Kedua pihak sepakat untuk membentuk tim kerja gabungan yang akan meninjau peluang joint venture, program pelatihan, dan transfer teknologi selama enam bulan ke depan.

Selain pertahanan, diskusi juga meluas ke sektor ekonomi kreatif. Prabowo menggarisbawahi potensi besar industri kreatif Indonesia, yang mencakup seni visual, film, musik, dan game, sebagai kontributor utama terhadap PDB dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengusulkan kerja sama dalam hal pertukaran talent, kolaborasi produksi konten, serta dukungan investasi dari perusahaan Prancis yang bergerak di bidang media dan teknologi.

Macron menanggapi dengan antusias, menyoroti program “French Tech” yang mendukung startup teknologi dan kreatif di seluruh dunia. Ia mengusulkan pendirian inkubator bersama di Jakarta dan Paris, yang akan memfasilitasi startup Indonesia untuk mengakses pasar Eropa, sementara startup Prancis dapat menembus pasar Asia Tenggara.

Berikut adalah poin-poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut:

  • Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bidang pertahanan untuk eksplorasi transfer teknologi militer.
  • Pembentukan tim kerja bilateral yang akan merumuskan rencana pelatihan militer bersama dan pertukaran intelijen.
  • Pengembangan program inkubator kreatif yang melibatkan lembaga pendidikan, studio produksi, dan venture capital dari kedua negara.
  • Penelitian bersama di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk aplikasi militer dan industri kreatif.
  • Peningkatan frekuensi kunjungan delegasi bisnis dan budaya untuk memperkuat jaringan kerjasama.

Para pengamat menilai pertemuan ini sebagai langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam geopolitik regional sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Kedua negara diproyeksikan akan meningkatkan volume perdagangan bilateral dari €12 miliar pada 2023 menjadi €18 miliar pada 2027, dengan kontribusi signifikan dari sektor pertahanan dan kreatif.

Prabowo menutup pertemuan dengan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan Prancis, serta mengajak pihak swasta untuk berperan aktif dalam menggerakkan agenda kolaboratif ini.