Golkar Desak Prabowo Cabut Keanggotaan BOP Usai 3 Prajurit TNI Jadi Korban Serangan Israel
Golkar Desak Prabowo Cabut Keanggotaan BOP Usai 3 Prajurit TNI Jadi Korban Serangan Israel

Golkar Desak Prabowo Cabut Keanggotaan BOP Usai 3 Prajurit TNI Jadi Korban Serangan Israel

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Partai Golkar secara terbuka menekan Presiden Prabowo Subianto untuk menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BOP) setelah tiga anggota TNI menjadi korban dalam serangan militer Israel di wilayah konflik Timur Tengah. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan domestik terkait kebijakan luar negeri yang dianggap mengorbankan kepentingan nasional.

Latar Belakang Keanggotaan BOP

Board of Peace, sebuah koalisi internasional yang dibentuk untuk memediasi konflik di kawasan Timur Tengah, mengundang sejumlah negara, termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi dalam upaya diplomatik. Presiden Prabowo sejak awal menyatakan komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian tanpa terlibat dalam aliansi militer. Namun, sejak Maret 2026, sejumlah pernyataan publik mengindikasikan bahwa keanggotaan tersebut menimbulkan kontroversi, terutama setelah laporan mengenai tiga prajurit TNI yang tewas dalam serangan udara Israel.

Insiden TNI dan Reaksi Publik

Insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI terjadi pada awal Maret 2026 ketika pasukan Indonesia melakukan misi pengamanan di zona konflik. Kematian mereka memicu gelombang duka nasional serta pertanyaan tajam mengenai peran Indonesia di BOP. Survei Poltracking yang dirilis pada 13 April 2026 menunjukkan bahwa 40,7 persen responden tidak setuju dengan keputusan pemerintah bergabung BOP, sementara hanya 13,7 persen yang mendukung. Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tetap tinggi, mencapai 74,1 persen, berkat program-program domestik seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Golkar Mengeluarkan Seruan Tegas

Dalam rapat internal Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Utara pada 12 April 2026, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya konsolidasi internal dan menolak segala bentuk “kubu” yang berpotensi memecah belah partai. Pada kesempatan yang sama, ia menambahkan bahwa partai akan mengajukan usulan resmi kepada Presiden untuk meninjau kembali keanggotaan Indonesia di BOP, mengingat dampak negatif yang dirasakan oleh keluarga prajurit yang gugur dan persepsi publik yang semakin kritis.

Posisi Pemerintah dan Prabowo

Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan dalam sebuah konferensi pers pada 20 Maret 2026 bahwa Indonesia siap menarik diri dari BOP bila keanggotaan tersebut tidak memberikan manfaat yang jelas bagi kepentingan nasional dan Palestina. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak akan menjadi bagian dari aliansi militer apapun, melainkan tetap fokus pada diplomasi damai. Namun, pernyataan tersebut belum diikuti dengan langkah konkret, menimbulkan kekecewaan di kalangan anggota Golkar serta elemen militer.

Implikasi Politik dan Keamanan

Jika pemerintah memutuskan untuk tetap berada di BOP, kemungkinan tekanan terhadap TNI yang terlibat dalam operasi perdamaian akan meningkat, terutama mengingat risiko keamanan yang tinggi di zona konflik. Sebaliknya, penarikan diri dapat menimbulkan gesekan dengan sekutu internasional yang menganggap Indonesia sebagai aktor penting dalam proses perdamaian. Analisis para pengamat politik menilai bahwa keputusan ini akan menjadi ujian bagi kredibilitas pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan luar negeri dan kepentingan dalam negeri.

Secara keseluruhan, desakan Golkar menambah dimensi politik yang kompleks dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Dengan tiga prajurit TNI yang menjadi korban, tekanan publik, dan survei yang menunjukkan ketidaksetujuan mayoritas, pemerintah dihadapkan pada pilihan strategis yang dapat memengaruhi stabilitas politik domestik serta peran Indonesia di panggung internasional. Keputusan selanjutnya akan menjadi indikator utama bagaimana Indonesia mengelola kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.