IHSG Diproyeksi Tembus 7.300: Saham Pilihan yang Layak Dipantau Pekan Ini
IHSG Diproyeksi Tembus 7.300: Saham Pilihan yang Layak Dipantau Pekan Ini

IHSG Diproyeksi Tembus 7.300: Saham Pilihan yang Layak Dipantau Pekan Ini

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan utama pelaku pasar setelah menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin, 13 April 2026. Kenaikan 0,56% membawa indeks ke level 7.500, menandakan adanya momentum bullish yang dapat berlanjut hingga menembus zona psikologis 7.300 dalam beberapa minggu ke depan. Analis dari MNC Sekuritas dan Pilarmas Investindo Sekuritas menyajikan proyeksi teknikal dan rekomendasi saham yang patut menjadi perhatian investor institusional maupun ritel.

Proyeksi IHSG ke 7.300

Menurut catatan Herditya Wicaksana, analis PT MNC Sekuritas, IHSG saat ini berada dalam gelombang (wave) IV dari wave A pada label hitam, atau bisa juga dikategorikan sebagai wave B pada gelombang (2) berlabel merah. Kondisi tersebut menandakan bahwa pasar masih memiliki ruang untuk menguji level resistance antara 7.592 hingga 7.856. Jika berhasil menembus zona tersebut, indeks diproyeksikan dapat melanjutkan naik hingga target 7.300 dan bahkan lebih tinggi tergantung pada kelanjutan aliran pembelian.

Riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas menegaskan bahwa level support utama terletak pada 7.274 dan 7.184, sedangkan resistance berada pada 7.585 dan 7.700. Dalam skenario terburuk, koreksi minor di area 7.390‑7.443 dapat terjadi, namun masih berada dalam zona yang aman untuk melanjutkan tren naik. Kombinasi antara analisis gelombang Elliott dan level support‑resistance tradisional memberikan gambaran bahwa IHSG memiliki potensi menguat terbatas namun cukup konsisten pada pekan ini.

Sentimen Sektor dan Faktor Fundamental

Penguatan IHSG tidak lepas dari dukungan sektor energi yang melaju naik 2,64% pada hari Senin, 13 Maret 2026, berkat lonjakan harga minyak mentah setelah ketegangan di Selat Hormuz. Sektor basic material (2,36%) dan cyclical (2,30%) juga berkontribusi pada kenaikan indeks. Di sisi lain, sektor keuangan mengalami tekanan dengan penurunan 1,31%, mencerminkan sensitivitas terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah yang berada di kisaran Rp17.100 per dolar AS.

Data penjualan ritel Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan YoY sebesar 6,5%, menjadi pendorong utama sentimen positif. Pertumbuhan ini dipicu oleh lonjakan konsumsi selama Ramadan dan persiapan Idul Fitri, menandakan daya beli masyarakat yang masih kuat meski nilai tukar melemah tipis. Kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia untuk mengamankan pasokan minyak mentah turut menambah kepercayaan pasar terhadap stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Rekomendasi Saham Pilihan untuk Pekan Ini

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, beberapa emiten dinilai memiliki peluang upside yang menarik dalam rentang harga target yang diproyeksikan. Berikut rangkuman rekomendasi saham dari kedua rumah riset:

  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) – Sinyal beli (trading buy) dengan stop‑loss di level 1.505. Saham ini mengalami koreksi tipis 0,32% ke 1.555 namun tetap berada di atas moving average 20 hari, menandakan kekuatan beli yang masih kuat.
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) – Dipilih karena fundamental yang solid di sektor infrastruktur, serta potensi kenaikan harga komoditas yang mendukung margin perusahaan.
  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) – Direkomendasikan oleh kedua sekuritas, mengingat kinerja keuangan yang stabil dan eksposur pada sektor energi terbarukan yang mendapat dukungan kebijakan pemerintah.
  • PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) – Saham agribisnis yang mendapat manfaat dari kenaikan permintaan protein domestik, serta kebijakan impor pakan ternak yang lebih menguntungkan.
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – Rekomendasi Pilarmas Investindo Sekuritas, mengingat perusahaan berada di tengah fase ekspansi produksi batubara dengan harga komoditas yang masih menguntungkan.
  • PT Elnusa Tbk (ELSA) – Memiliki eksposur pada layanan energi dan infrastruktur, serta diperkirakan akan mendapatkan kontrak baru seiring peningkatan aktivitas eksplorasi minyak dan gas.

Investor disarankan untuk tetap memantau level support dan resistance utama IHSG serta mengatur stop‑loss yang disiplin sesuai toleransi risiko masing‑masing. Kombinasi antara analisis teknikal, sentimen sektor, dan faktor makroekonomi akan menjadi kunci dalam menentukan alokasi portofolio selama periode volatilitas yang masih berlanjut.

Secara keseluruhan, proyeksi IHSG mengarah pada kenaikan ke level 7.300 didukung oleh penguatan sektor energi, data ritel yang kuat, dan kebijakan strategis pemerintah. Saham-saham yang disebutkan di atas menawarkan peluang upside yang selaras dengan tren pasar, menjadikannya pilihan yang layak untuk dipertimbangkan dalam strategi investasi pekan ini.