Menteri PKP: 62.591 Rumah Subsidi Jabar Putarkan Ekonomi Senilai Rp8 Triliun
Menteri PKP: 62.591 Rumah Subsidi Jabar Putarkan Ekonomi Senilai Rp8 Triliun

Menteri PKP: 62.591 Rumah Subsidi Jabar Putarkan Ekonomi Senilai Rp8 Triliun

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa total realisasi pembangunan rumah subsidi di Jawa Barat mencapai 62.591 unit. Pembangunan tersebut diperkirakan dapat menggerakkan perekonomian daerah senilai sekitar Rp8 triliun.

Program rumah subsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Di Jawa Barat, proyek ini melibatkan sejumlah kontraktor lokal, pemasok material, serta tenaga kerja yang tersebar di berbagai kecamatan.

Berikut rangkuman data utama yang diungkapkan Menteri Sirait:

  • Jumlah unit rumah subsidi yang selesai dibangun: 62.591 unit
  • Nilai kontribusi terhadap PDB daerah: Rp8 triliun
  • Jumlah lapangan kerja yang tercipta: lebih dari 150.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung
  • Investasi material bangunan (semen, besi, kayu, dll): sekitar Rp3,2 triliun

Selain dampak ekonomi, proyek ini juga diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji akan melanjutkan pendistribusian rumah subsidi secara bertahap hingga mencapai target nasional.

Pengawasan pelaksanaan proyek dilakukan secara ketat oleh Kementerian PKP serta Badan Pertimbangan Kualitas Perumahan (BPKP). Mekanisme penyaluran dana mengikuti prinsip transparansi dan akuntabilitas, dengan laporan rutin yang disampaikan kepada Kementerian Keuangan.

Ke depan, Menteri PKP menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor swasta untuk mempercepat penyelesaian rumah subsidi yang masih dalam tahap pembangunan di seluruh Indonesia.