BI: Konflik Timur Tengah Turunkan Aliran Modal ke Negara Berkembang
BI: Konflik Timur Tengah Turunkan Aliran Modal ke Negara Berkembang

BI: Konflik Timur Tengah Turunkan Aliran Modal ke Negara Berkembang

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa ketegangan yang berkembang di kawasan Timur Tengah telah memicu pergeseran perilaku investor global. Risiko geopolitik yang meningkat membuat investor lebih memilih aset yang dianggap aman, sehingga aliran modal ke negara‑negara berkembang menurun.

Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi aliran modal menurut pernyataan BI:

  • Safe haven activity: Investor beralih ke mata uang kuat seperti dolar Amerika Serikat, emas, dan obligasi pemerintah negara maju.
  • Penurunan appetite risiko: Ketidakpastian di pasar energi dan potensi gangguan rantai pasok menurunkan minat pada aset berisiko tinggi, termasuk ekuitas di pasar emerging.
  • Volatilitas pasar keuangan: Fluktuasi nilai tukar dan suku bunga meningkat, memperkuat persepsi risiko di kalangan investor institusional.

Dampak langsung bagi Indonesia terlihat pada tekanan pada nilai tukar rupiah dan penurunan arus investasi portofolio. BI menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap fokus pada menjaga stabilitas harga dan nilai tukar, sambil memantau perkembangan geopolitik secara intensif.

Langkah-langkah yang diambil oleh otoritas meliputi:

  1. Peningkatan likuiditas pasar melalui operasi pasar terbuka bila diperlukan.
  2. Penguatan koordinasi dengan otoritas keuangan lain untuk mengantisipasi arus keluar modal yang signifikan.
  3. Peningkatan komunikasi transparan kepada pelaku pasar guna mengurangi kepanikan.

Ke depan, BI menilai bahwa meskipun ketegangan di Timur Tengah dapat berlanjut, diversifikasi sumber pendanaan dan reformasi struktural di dalam negeri akan menjadi penyangga utama bagi perekonomian. Kebijakan fiskal yang prudent dan reformasi regulasi investasi diharapkan dapat menarik kembali modal asing ketika situasi geopolitik stabil.