Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU
Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU

Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII pada hari Rabu, 17 Agustus 2024, menjadi saksi penting ketika KH Abdussalam Shohib, lebih dikenal dengan sebutan Gus Salam, menyatakan kesiapannya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35.

Gus Salam, yang sekaligus menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif, dikenal luas sebagai tokoh moderat dan aktivis pendidikan Islam. Selama lebih dari dua dekade, ia mengelola lembaga pendidikan yang menekankan pada integrasi nilai-nilai tradisional dengan pendekatan kontemporer, serta aktif dalam forum-forum sosial keagamaan.

Pengumuman tersebut disampaikan di tengah suasana keakraban dan silaturahmi yang menjadi ciri khas acara Halalbihalal. Dalam sambutannya, Gus Salam menekankan pentingnya memperkuat persatuan umat, meningkatkan kualitas kader, serta menanggapi tantangan era digital yang mempengaruhi dinamika keagamaan di Indonesia.

Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Gus Salam:

  • Komitmen untuk memperkuat jaringan pesantren dan lembaga pendidikan NU secara nasional.
  • Fokus pada peningkatan peran pemuda dalam organisasi serta memperluas partisipasi perempuan.
  • Rencana memperkuat kolaborasi antar‑organisasi keagamaan dalam menghadapi isu‑isu sosial‑politikal.
  • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan PBNU.

Reaksi dari para peserta Halalbihalal beragam. Beberapa anggota IKA PMII menyambut baik keputusan Gus Salam, menilai pengalaman dan reputasinya dapat membawa pembaruan bagi PBNU. Sementara itu, tokoh-tokoh lain mengingatkan pentingnya proses seleksi yang adil dan terbuka, mengingat posisi ketum PBNU memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan keagamaan nasional.

Jika terpilih, Gus Salam akan memimpin PBNU pada masa yang penuh tantangan, termasuk dinamika politik, isu pluralisme, serta peran agama dalam pembangunan bangsa. Keputusan akhir akan ditentukan pada Muktamar ke-35 yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2025.