LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai hubungan kepercayaan dengan Amerika Serikat berada di tangan Washington. Ia menyatakan bahwa Iran siap untuk membuka dialog lebih lanjut asalkan ada komitmen nyata dari pihak Amerika.
Beberapa poin utama yang diangkat dalam pernyataan tersebut meliputi:
- Kesediaan Iran untuk kembali ke meja perundingan jika Amerika mengangkat sanksi yang dianggap tidak adil.
- Pentingnya transparansi dalam pelaksanaan Kesepakatan JTC (Joint Comprehensive Plan of Action) sebagai dasar membangun kepercayaan.
- Kebutuhan akan jaminan keamanan regional, termasuk penyelesaian konflik di Yaman dan Suriah.
Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat masih menilai bahwa Iran harus menunjukkan perubahan perilaku yang substansial sebelum ada langkah signifikan dalam mengurangi tekanan ekonomi. Kritik internal di Kongres menyoroti risiko geopolitik bila hubungan kembali dipulihkan tanpa kontrol yang ketat.
Analisis para pengamat politik menunjukkan bahwa keputusan AS akan bergantung pada kombinasi faktor domestik—seperti dinamika pemilihan dan tekanan lobi industri pertahanan—serta pertimbangan strategis dalam menyeimbangkan hubungan dengan sekutu Eropa yang juga mendukung diplomasi dengan Tehran.
Jika kepercayaan berhasil dibangun kembali, potensi manfaatnya mencakup stabilitas pasar energi global, penurunan ketegangan militer di kawasan, serta peluang kerja sama dalam isu-isu perubahan iklim. Namun, kegagalan dalam mencapai konsensus dapat memperpanjang siklus sanksi dan memperdalam keretakan hubungan bilateral yang telah berlangsung lama.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet