Dulu Hanya di Sungai, Kini Pasar Terapung Hadir di Jantung Jakarta
Dulu Hanya di Sungai, Kini Pasar Terapung Hadir di Jantung Jakarta

Dulu Hanya di Sungai, Kini Pasar Terapung Hadir di Jantung Jakarta

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Pada tepian Sungai Martapura di Kalimantan Selatan, pagi hari dulu selalu dipenuhi hiruk‑pikuk perahu jukung yang meluncur menyusuri aliran air. Para perempuan Banjar menumpang jukung membawa hasil pertanian, berinteraksi, tawar menawar, serta menyapa satu sama lain. Tradisi pasar terapung ini telah menjadi ikon budaya lokal sejak dekade 1970‑an.

Berabad‑abad kemudian, konsep pasar yang mengapung tidak lagi terbatas pada sungai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama beberapa pihak swasta meluncurkan proyek pasar terapung pertama di jantung kota, tepatnya di area tepi Kali Ciliwung yang telah direvitalisasi. Lokasi strategis ini berada dekat pusat transportasi dan kawasan komersial, menjadikannya destinasi baru bagi warga dan wisatawan.

Fasilitas dan penawaran

  • Beragam kios yang dibangun di atas rakit kayu dan platform baja tahan karat.
  • Produk tradisional seperti kerupuk, sambal, kue khas, serta hasil laut segar.
  • Stall makanan cepat saji modern, kopi, dan minuman segar.
  • Area pertunjukan seni budaya yang menampilkan tarian tradisional Banjar, Jawa, dan Betawi.
  • Fasilitas kebersihan, tempat duduk, dan area bermain anak.

Pengelola pasar menjelaskan bahwa seluruh pedagang dipilih melalui proses seleksi yang menekankan kualitas produk, kebersihan, dan kemampuan berinteraksi dengan pengunjung. Harga dijaga tetap kompetitif sehingga pasar ini dapat bersaing dengan pusat perbelanjaan konvensional.

Dampak ekonomi dan sosial

Selain memberikan peluang usaha baru, pasar terapung juga berperan sebagai ruang edukasi budaya. Pengunjung dapat belajar tentang teknik perikanan tradisional, cara menyiapkan makanan khas, serta nilai‑nilai kebersamaan yang tercermin dalam interaksi antarpedagang.

Tantangan ke depan

Beberapa tantangan masih perlu diatasi, antara lain pengelolaan limbah cair agar tidak mencemari aliran sungai, serta memastikan keamanan struktural rakit dalam kondisi cuaca ekstrem. Pemerintah berjanji akan meningkatkan sistem pengawasan dan melakukan renovasi berkala.

Dengan menggabungkan warisan pasar terapung Banjar yang legendaris dengan inovasi perkotaan, Jakarta berharap dapat menciptakan destinasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melestarikan kekayaan budaya Indonesia.