LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Isu naturalisasi pemain eks Persib yang berpotensi masuk ke timnas Indonesia kembali mencuat menjelang Persiapan Piala AFF 2026. Beberapa pengamat menilai langkah tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi kohesi skuad nasional, terutama bila dua eks pemain Persib dinaturalisasi sekaligus. Di tengah perbincangan itu, performa pemain muda lokal seperti Eksel Runtukahu menjadi sorotan sebagai alternatif yang dapat mengisi kekosongan tanpa harus mengorbankan identitas tim.
Kontroversi Naturalisasi dan Dampaknya pada Timnas
Alur naturalisasi dalam sepak bola Indonesia memang bukan hal baru. Namun, menambahkan dua pemain yang dulu pernah berlabuh di Persib ke dalam skuad Garuda menimbulkan pertanyaan strategis. Beberapa pelatih dan analis menilai bahwa memasukkan pemain dengan latar belakang klub yang berbeda secara drastis dapat mengganggu chemistry yang telah dibangun selama fase kompetisi domestik. Lebih jauh, keputusan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak adil di antara pemain lokal yang telah bekerja keras untuk mengukir tempat di tim nasional.
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, diprediksi akan menekankan pada penggunaan pemain yang berkompetisi di liga domestik, mengingat Piala AFF 2026 tidak masuk dalam kalender FIFA. Kondisi ini membuka peluang lebih lebar bagi pemain lokal untuk bersaing, sekaligus menurunkan risiko kehilangan pemain utama karena panggilan klub luar negeri.
Eksel Runtukahu: Contoh Kandidat Lokal yang Menjanjikan
Dalam konteks ini, Eksel Runtukahu menjadi contoh konkret pemain lokal yang dapat menjadi andalan Timnas. Selama fase Liga Super 2025-2026, Eksel mencetak enam gol untuk Persija Jakarta, menyamai produktivitas rekan-rekannya seperti Ezra Walian dan Yakob Sayuri. Penampilan gemilangnya pada laga melawan Persebaya Surabaya, di mana ia mencetak dua gol dan membantu tim meraih kemenangan 3-0, menegaskan bahwa ia berada dalam radar seleksi nasional.
Meski demikian, Eksel menegaskan fokusnya tetap pada performa klub. “Saya tidak berharap ke sana (dipanggil ke timnas Indonesia). Saya hanya akan fokus memberikan yang terbaik untuk Persija,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Sikap tersebut mencerminkan mentalitas pemain yang lebih mengutamakan konsistensi di level klub sebagai jalur utama menuju panggilan ke timnas.
Progress Timnas Menuju AFF 2026
Berikut rangkuman progres Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2026:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Kalender Kompetisi | Piala AFF 2026 tidak terdaftar di kalender FIFA, sehingga pemain luar negeri berpotensi tidak tersedia. |
| Strategi Pelatih | John Herdman diperkirakan mengandalkan pemain lokal dengan pengalaman Liga Super. |
| Potensi Pemain Baru | Eksel Runtukahu, Ezra Walian, Yakob Sayuri – masing‑masing menunjukkan kontribusi gol yang signifikan. |
| Isu Naturalisasi | Dua eks Persib berpotensi dinaturalisasi, memicu perdebatan tentang dampak timbal balik. |
Dengan faktor-faktor tersebut, peluang Indonesia untuk menjuarai AFF 2026 masih terbuka lebar, asalkan strategi pemilihan pemain dapat menyeimbangkan antara kualitas individu dan kekompakan tim.
Langkah Praktis untuk Mengoptimalkan Skuad
- Menjaga stabilitas lini depan dengan memprioritaskan pemain yang sudah terbukti produktif di liga domestik.
- Melakukan evaluasi intensif terhadap pemain naturalisasi, memastikan mereka mampu beradaptasi secara taktis dan budaya.
- Mengoptimalkan taktik ofensif yang memanfaatkan kecepatan dan kelincahan pemain muda seperti Eksel Runtukahu.
- Meningkatkan program kebugaran dan mentalitas tim untuk menanggapi tekanan turnamen non‑FIFA.
Kesimpulannya, sinyal mematikan terhadap naturalisasi dua eks Persib bukan sekadar isu politik, melainkan pertimbangan taktis yang dapat memengaruhi peluang Indonesia menjadi juara AFF 2026. Jika Timnas mampu mengintegrasikan talenta lokal yang sedang naik daun, sekaligus menilai secara objektif manfaat naturalisasi, harapan untuk mengangkat trofi kembali ke tanah air tetap realistis.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet