Sekolah Rakyat selamatkan anak yatim putus sekolah dan hobi tawuran
Sekolah Rakyat selamatkan anak yatim putus sekolah dan hobi tawuran

Sekolah Rakyat selamatkan anak yatim putus sekolah dan hobi tawuran

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Di usianya yang kini menginjak 74 tahun, Ibu Welas tidak lagi berjualan sayur keliling seperti dulu. Sebagai mantan pedagang, ia memanfaatkan pengalamannya untuk mengelola sebuah inisiatif bernama Sekolah Rakyat, yang bertujuan menyelamatkan anakanak yatim piatu yang terpaksa putus sekolah dan terjerumus pada kebiasaan tawuran.

Berbasis di sebuah lingkungan padat penduduk, Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan non‑formal secara gratis, meliputi pelajaran dasar, keterampilan hidup, serta kegiatan ekstrakurikuler yang diarahkan untuk menyalurkan energi agresif menjadi energi positif.

  • Pembelajaran akademik: matematika, bahasa Indonesia, dan ilmu pengetahuan sosial.
  • Kegiatan seni dan olahraga: musik, tari, sepak bola, dan seni bela diri yang diajarkan dengan disiplin.
  • Konseling psikologis: sesi individu dan kelompok untuk mengatasi trauma serta mengubah pola perilaku.
  • Pelatihan keterampilan vokasi: menjahit, memasak, dan perbaikan elektronik untuk meningkatkan peluang kerja.

Hingga akhir tahun lalu, lebih dari 120 anak telah bergabung dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai akademik serta penurunan kasus konflik. Data internal menunjukkan penurunan 85 % dalam insiden tawuran di antara peserta program.

Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari dukungan komunitas setempat, termasuk warga, lembaga sosial, dan beberapa perusahaan yang menyumbangkan bahan belajar serta perlengkapan olahraga. Ibu Welas menegaskan bahwa tujuan utama adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, sehingga setiap anak, tanpa memandang latar belakang, dapat meraih masa depan yang lebih baik.