Pakai USS Michael Murphy, AS Klaim Telah Sapu Bersih Ranjau Iran di Selat Hormuz
Pakai USS Michael Murphy, AS Klaim Telah Sapu Bersih Ranjau Iran di Selat Hormuz

Pakai USS Michael Murphy, AS Klaim Telah Sapu Bersih Ranjau Iran di Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | AS mengklaim bahwa kapal perangnya, USS Michael Murphy, berhasil membersihkan ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz pada akhir pekan lalu. Operasi ini dilaporkan melibatkan tim penyelaman khusus dan penggunaan peralatan deteksi modern untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman bagi kapal dagang internasional.

Penempatan ranjau oleh Iran pada tahun 2022-2023 telah menambah ketegangan di wilayah strategis tersebut, mengingat Selat Hormuz menjadi pintu masuk utama minyak mentah dunia. Menurut pihak militer Amerika, ranjau‑ranjau tersebut dipasang di kedalaman yang memungkinkan mengancam kapal berukuran sedang hingga besar.

Berikut langkah‑langkah yang diambil dalam operasi pembersihan:

  • Survei sonar multi‑beam untuk mendeteksi anomali di dasar laut.
  • Pemakaian kendaraan bawah air tak berawak (UUV) untuk memetakan lokasi pasti ranjau.
  • Penyelaman tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) untuk menonaktifkan atau menghancurkan ranjau secara aman.
  • Verifikasi kembali area setelah pembersihan untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak.

Namun, Tehran secara tegas menolak tuduhan tersebut. Pihak berwenang Iran menyatakan bahwa tidak ada ranjau milik mereka di Selat Hormuz dan menuduh Amerika melakukan provokasi guna meningkatkan tekanan politik.

Penolakan ini memicu pertukaran pernyataan di antara kedua negara dan menambah kekhawatiran komunitas internasional akan kemungkinan eskalasi militer. Sementara itu, upaya diplomatik terus digalakkan melalui jalur Perserikatan Bangsa‑Bangsa dan negara‑negara penengah lain untuk menurunkan ketegangan.

Para analis menilai bahwa meskipun operasi pembersihan dapat meningkatkan keamanan jalur laut, ketegangan geopolitik di kawasan tersebut tetap tinggi. Faktor‑faktor utama yang mempengaruhi situasi meliputi:

Faktor Pengaruh
Keamanan energi global Potensi gangguan pasokan minyak dapat memicu lonjakan harga.
Hubungan AS‑Iran Ketegangan politik memperburuk kemungkinan konfrontasi militer.
Kepentingan regional Negara‑negara Teluk menilai stabilitas Selat Hormuz sebagai prioritas utama.

Dengan situasi yang masih dinamis, para pengamat memperingatkan pentingnya dialog terbuka dan tindakan pencegahan yang terkoordinasi untuk menghindari insiden yang dapat berujung pada konflik berskala lebih luas.