LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Wihadi Wijanto menolak usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, langkah tersebut dapat menurunkan daya beli masyarakat, terutama di tengah inflasi yang masih tinggi.
Dalam rapat komisi terkait, anggota DPR menyoroti sejumlah dampak negatif yang mungkin timbul, antara lain:
- Peningkatan biaya transportasi bagi pelaku usaha dan konsumen.
- Lonjakan harga barang kebutuhan pokok yang bergantung pada logistik berbahan bakar.
- Tekanan tambahan pada kelompok berpendapatan rendah yang sudah merasakan beban ekonomi.
Wihadi menambahkan bahwa kebijakan kenaikan BBM harus dipertimbangkan secara matang, dengan analisis dampak ekonomi jangka panjang. Ia mengusulkan alternatif lain, seperti subsidi energi terbarukan atau penyesuaian tarif pajak, yang dapat menstabilkan harga tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, pemerintah pusat menegaskan bahwa kenaikan BBM diperlukan untuk menutupi defisit anggaran negara serta menyesuaikan harga pasar internasional. Namun, DPR menuntut adanya kajian independen dan transparansi dalam proses penentuan harga.
Jika usulan kenaikan BBM tetap dilaksanakan, diperkirakan inflasi akan mengalami peningkatan sekitar 0,5‑1,0 persen, yang dapat memperburuk tekanan pada konsumen. Oleh karena itu, dialog intensif antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk menemukan solusi yang seimbang antara kebutuhan fiskal negara dan kemampuan beli masyarakat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet