Kesaksian Tentara AS soal Serangan Iran Tewaskan 6 Prajurit di Kuwait: 'Semua Bergetar, Seperti di Film'
Kesaksian Tentara AS soal Serangan Iran Tewaskan 6 Prajurit di Kuwait: 'Semua Bergetar, Seperti di Film'

Kesaksian Tentara AS soal Serangan Iran Tewaskan 6 Prajurit di Kuwait: ‘Semua Bergetar, Seperti di Film’

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Pada tanggal 13 April 2024, sebuah serangan udara yang diyakini berasal dari Iran menewaskan enam prajurit Amerika Serikat yang sedang bertugas di pangkalan militer di Kuwait. Serangan tersebut melibatkan beberapa drone bersenjata yang menembus pertahanan udara setempat dan menabrak area logistik, menimbulkan ledakan dahsyat.

Saksi mata, seorang tentara infanteri Amerika yang ingin tetap anonim, menggambarkan situasi “seperti adegan film aksi”. Ia mengaku merasakan getaran hebat ketika drone menabrak, menimbulkan asap tebal dan suara dentuman yang mengguncang seluruh kompleks pangkalan.

Pernyataan resmi Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, sempat menyatakan bahwa hanya satu drone Iran yang berhasil menembus pertahanan. Namun, kesaksian dari personel di lapangan menolak klaim tersebut, menyebut bahwa terdapat setidaknya tiga drone yang terdeteksi dan berhasil menembus zona pertahanan sebelum dihentikan.

  • Jumlah drone yang berhasil menembus: 3 (menurut saksi lapangan)
  • Korban tewas: 6 prajurit AS
  • Lokasi serangan: Pangkalan militer di Kuwait, dekat perbatasan Irak
  • Reaksi Iran: Menolak tuduhan keterlibatan, menyebutnya sebagai “operasi pertahanan wilayah”
  • Respons AS: Menuntut penjelasan resmi dan meningkatkan kesiapan pertahanan di wilayah Teluk

Pihak militer Kuwait juga mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan ancaman serius bagi stabilitas keamanan regional. Pemerintah Kuwait menyatakan akan bekerja sama dengan sekutu untuk meningkatkan sistem pertahanan udara dan mengadakan penyelidikan mendalam mengenai asal muasal serangan.

Serangan ini menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya setelah meningkatnya retorika keras antara Washington dan Tehran. Analis keamanan memperingatkan bahwa eskalasi semacam ini dapat memicu konfrontasi militer lebih luas jika tidak ditangani dengan diplomasi yang intensif.