Indonesia Tanpa Wakil di Final Badminton Asia Championships 2026 Pasca Kegagalan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
Indonesia Tanpa Wakil di Final Badminton Asia Championships 2026 Pasca Kegagalan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri

Indonesia Tanpa Wakil di Final Badminton Asia Championships 2026 Pasca Kegagalan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | JAKARTA, 11 April 2026 — Pada babak semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026, pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri harus menelan kekalahan yang mengakibatkan negara ini tidak memiliki wakil di babak final. Kekalahan tersebut menutup harapan Indonesia untuk menambah trofi di turnamen bergengsi ini.

Dalam pertandingan yang berlangsung di arena utama, Fajar/Muhammad Shohibul bertemu dengan pasangan unggulan Jepang, Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi. Kedua pasangan Jepang tampil dominan dengan skor 21-14, 21-16, mengakhiri perjuangan pasangan Indonesia setelah tiga set.

Berikut rangkuman singkat hasil semifinal Indonesia:

Babak Pasangan Indonesia Lawan Skor
Semifinal Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri Takuro Hoki / Yugo Kobayashi (JPN) 14-21, 16-21

Selain ganda putra, beberapa pasangan Indonesia lainnya juga terhenti lebih awal. Daftar pasangan yang gagal melaju ke final antara lain:

  • Ganda putri: Apriyani Rahayu / Siti Fadia (eliminasi di perempat final)
  • Ganda campuran: Dejan Ferdinansyah / Gloria Emanuelle Widjaja (eliminasi di perempat final)
  • Nomor tunggal putra: Anthony Sinisuka Ginting (eliminasi di perempat final)

Pelatih tim nasional, Luluk Hadiyanto, menyatakan kekecewaan namun tetap optimis. “Kami memang menargetkan penampilan terbaik, namun hari ini kami belum mampu menyesuaikan taktik melawan lawan yang sangat agresif. Kami akan evaluasi dan kembali lebih kuat di kejuaraan berikutnya,” ujar Hadiyanto dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Badminton Association of Indonesia (PBSI) menjelang Asian Games 2026 yang akan digelar pada akhir tahun. Fokus kini beralih pada persiapan pemain muda dan penyesuaian strategi agar Indonesia dapat kembali menorehkan prestasi di panggung internasional.