LintasWarganet.com – 11 April 2026 | Dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik serta tantangan rantai pasokan global, satuan infanteri mekanik (Yonif) Tempur Pasukan (TP) TNI Angkatan Darat ditingkatkan kemampuannya melalui program pelatihan khusus ketahanan pangan yang diselenggarakan oleh Kodiklat TNI.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan operasional pasukan dalam situasi darurat, termasuk kemampuan mandiri mengelola persediaan makanan di medan yang sulit dijangkau. Para prajurit diberikan pengetahuan praktis mulai dari teknik penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi bahan pangan secara efisien.
- Penyimpanan Jangka Panjang: Metode pengawetan bahan pokok seperti beras, kacang-kacangan, dan daging dengan teknologi vakum serta penggunaan bahan baku tahan lama.
- Pengolahan Lapangan: Keterampilan memasak menggunakan peralatan portable, termasuk pembuatan makanan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan kalori harian pasukan.
- Manajemen Logistik: Sistem pencatatan stok, rotasi persediaan, dan distribusi yang menghindari pemborosan serta memastikan ketersediaan bahan pangan di setiap satuan.
- Simulasi Krisis: Latihan skenario gangguan pasokan eksternal, dimana pasukan harus mengandalkan produksi lokal dan sumber daya terbatas.
Instruktur dari Kodiklat menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian integral dari strategi pertahanan nasional. “Pasukan yang mampu mengelola makanan secara mandiri akan lebih siap menghadapi konflik atau bencana alam yang mengganggu jalur suplai,” ujar Kepala Pelatihan.
Hasil awal pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman teknis dan kesiapan mental prajurit. Diharapkan, setelah program ini selesai, Yonif TP dapat beroperasi lebih lama tanpa tergantung pada dukungan logistik eksternal, memperkuat posisi pertahanan Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet