Prabowo Rencanakan Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL pada April
Prabowo Rencanakan Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL pada April

Prabowo Rencanakan Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL pada April

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan memimpin serangkaian upacara groundbreaking pada bulan April mendatang untuk menandai peluncuran 21 proyek hilirisasi serta 29 titik proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai kabupaten/kota. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengatasi permasalahan sampah nasional.

Proyek hilirisasi mencakup pengembangan fasilitas pengolahan bahan baku mentah menjadi produk bernilai tambah, seperti petrokimia, biofuel, serta bahan baku industri lainnya. Sementara itu, proyek PSEL bertujuan mengubah sampah menjadi listrik melalui teknologi termal, sehingga dapat menyediakan sumber energi terbarukan sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Berikut rangkuman utama rencana groundbreaking:

  • Jumlah proyek hilirisasi: 21 proyek yang tersebar di provinsi strategis, meliputi pengolahan minyak kelapa sawit, batu bara, serta limbah pertanian.
  • Jumlah titik PSEL: 29 lokasi yang dipilih berdasarkan potensi sampah kota dan ketersediaan lahan.
  • Tujuan utama: Meningkatkan kapasitas energi terbarukan, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi emisi karbon.
  • Target jangka pendek: Menyelesaikan konstruksi dasar (groundbreaking) dalam bulan April, dengan harapan operasional dimulai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Berikut perkiraan distribusi titik PSEL per wilayah:

Provinsi Jumlah Titik PSEL
Jawa Barat 7
Jawa Tengah 5
Jawa Timur 6
Sumatera Utara 4
Sulawesi Selatan 3
Daerah Lainnya 4

Implementasi proyek-proyek ini diharapkan dapat mempercepat transisi Indonesia menuju energi bersih, sekaligus memberikan solusi berkelanjutan bagi permasalahan pengelolaan sampah yang terus meningkat. Pemerintah menegaskan komitmen untuk melibatkan sektor swasta, lembaga penelitian, dan masyarakat lokal dalam setiap fase pembangunan, sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang optimal.