LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin serangkaian upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 21 proyek hilirisasi serta 29 titik Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilaksanakan pada bulan April 2024.
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan. Proyek hilirisasi mencakup sektor pertambangan, agribisnis, dan manufaktur, sementara proyek PSEL mengubah sampah menjadi listrik melalui teknologi Waste-to-Energy (WtE).
- Jumlah proyek hilirisasi: 21 proyek tersebar di berbagai provinsi.
- Jumlah titik PSEL: 29 lokasi di kabupaten/kota yang telah dipilih.
- Target produksi energi listrik bersih: sekitar 1.200 megawatt pada tahun 2030.
- Estimasi penciptaan lapangan kerja: lebih dari 15.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung.
Pelaksanaan groundbreaking akan melibatkan pejabat pemerintah daerah, pelaku industri, serta perwakilan lembaga keuangan yang berkomitmen menyediakan pendanaan. Setiap titik PSEL diperkirakan membutuhkan investasi antara Rp 150‑200 miliar, dengan sebagian besar dana berasal dari skema kerjasama publik-swasta.
Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menurunkan emisi karbon nasional, meningkatkan kemandirian energi, dan membuka peluang ekspor teknologi pengolahan sampah. Pemerintah juga menargetkan agar 30% dari total kebutuhan listrik Indonesia pada tahun 2030 dapat dipenuhi oleh energi terbarukan, termasuk listrik yang dihasilkan dari sampah.
Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi proyek, serta mengajak investor domestik dan asing untuk berpartisipasi dalam transformasi ekonomi hijau Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet