OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Dorong Bank Salurkan Kredit MBG hingga Koperasi Merah Putih
OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Dorong Bank Salurkan Kredit MBG hingga Koperasi Merah Putih

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Dorong Bank Salurkan Kredit MBG hingga Koperasi Merah Putih

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan sedang menyusun aturan baru yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Tujuan utama aturan tersebut adalah memperkuat peran perbankan dalam mendukung dua program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

RBB merupakan dokumen tahunan yang memuat target bisnis, alokasi sumber daya, serta strategi pertumbuhan masing-masing bank. Dengan menambahkan komitmen khusus terhadap program sosial tersebut, OJK berharap bank‑bank akan meningkatkan alokasi dana kredit ke sektor‑sektor yang menjadi fokus pemerintah.

  • Makan Bergizi Gratis (MBG): program yang menyalurkan makanan bergizi kepada anak‑anak di wilayah kurang mampu, khususnya di daerah pedesaan dan perkotaan dengan tingkat kemiskinan tinggi.
  • Koperasi Desa Merah Putih: inisiatif yang menggalang partisipasi koperasi desa dalam mengelola dana pembangunan lokal, memperkuat kemandirian ekonomi desa, serta mempromosikan nilai‑nilai kebangsaan.

Beberapa poin penting yang sedang dibahas oleh OJK antara lain:

  1. Penetapan target kredit minimal bagi setiap bank untuk program MBG dan Koperasi Merah Putih dalam RBB tahunan.
  2. Penerapan mekanisme monitoring dan pelaporan yang lebih ketat, termasuk verifikasi penggunaan dana oleh penerima manfaat.
  3. Insentif fiskal atau non‑fiskal bagi bank yang melebihi target kredit yang ditetapkan.
  4. Penyesuaian suku bunga kredit khusus bagi koperasi desa yang berpartisipasi dalam program Merah Putih.

OJK menargetkan regulasi ini siap ditetapkan pada kuartal kedua 2026, dengan harapan bank‑bank dapat menyesuaikan rencana bisnis mereka sebelum akhir tahun fiskal. Pemerintah berharap melalui mekanisme ini, aliran kredit ke program MBG dapat meningkat hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara dukungan ke koperasi desa diproyeksikan naik 20 persen.

Para analis industri menilai langkah ini dapat memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan sosial, sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sektor perbankan yang ingin memperluas portofolio kredit ke segmen yang lebih inklusif.

Jika regulasi baru tersebut diterapkan secara efektif, dampak positifnya tidak hanya akan terasa pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin, tetapi juga pada stabilitas keuangan nasional melalui diversifikasi portofolio kredit bank.