LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Kementerian Luar Negeri Italia pada Rabu (8 April) secara resmi memanggil Duta Besar Israel di Roma untuk menanyakan kronologi penembakan terhadap kendaraan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) yang terjadi di wilayah Lebanon.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 6 April di daerah selatan Lebanon, tepatnya di dekat pos perbatasan yang dikuasai UNIFIL. Sebuah kendaraan berwarna putih, yang mengangkut personel militer dan peralatan medis, terbakar setelah terkena tembakan yang tidak diketahui asalnya. Tidak ada laporan korban jiwa, namun beberapa anggota pasukan UNIFIL mengalami luka ringan.
Pihak Italia menekankan bahwa serangan terhadap kendaraan pasukan perdamaian menyalahi hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan. Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan bahwa Israel memiliki tanggung jawab untuk menyelidiki apakah tembakan tersebut berasal dari pasukan Israel atau kelompok bersenjata lain yang beroperasi di wilayah konflik.
Sejumlah pertanyaan yang diajukan Italia kepada Dubes Israel meliputi:
- Apakah ada bukti yang mengaitkan pasukan Israel dengan penembakan tersebut?
- Bagaimana Israel menanggapi dugaan pelanggaran terhadap pasukan UNIFIL?
- Apakah Israel siap berkoordinasi dengan pemerintah Lebanon dan PBB untuk menghindari insiden serupa di masa depan?
Pemerintah Lebanon sekaligus perwakilan UNIFIL menegaskan pentingnya menegakkan keamanan bagi semua pihak yang terlibat. Sementara itu, komunitas internasional mengawasi perkembangan situasi, mengingat ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan kelompok militan di wilayah Lebanon selatan.
Jika penyelidikan menunjukkan keterlibatan pihak Israel, Italia berpotensi akan mengambil langkah diplomatik lebih lanjut, termasuk mengajukan protes resmi di tingkat multilateral dan meninjau kerjasama militer serta keamanan dengan negara tersebut.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet