DCI Indonesia Cetak Rp2,54 Triliun, Perkuat Konektivitas Digital Nasional lewat Data Center E2 Surabaya
DCI Indonesia Cetak Rp2,54 Triliun, Perkuat Konektivitas Digital Nasional lewat Data Center E2 Surabaya

DCI Indonesia Cetak Rp2,54 Triliun, Perkuat Konektivitas Digital Nasional lewat Data Center E2 Surabaya

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | PT DCI Indonesia Tbk (DCI) mengumumkan pencapaian pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada kuartal terakhir 2025, menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam penyedia infrastruktur data center di Indonesia. Pencapaian tersebut tidak lepas dari strategi perusahaan yang menitikberatkan pada ekspansi kapasitas, peningkatan layanan digital, dan penyebaran infrastruktur secara merata di luar Jakarta. Sebagai bukti komitmen jangka panjang, DCI resmi meresmikan Data Center E2 di Surabaya pada Rabu, 8 April 2026, dengan kapasitas listrik mencapai 9 megawatt (MW) dan standar layanan berkelas global.

Strategi Pertumbuhan yang Berbasis Konektivitas Digital

Founder dan CEO DCI, Toto Sugiri, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan kini beralih pada penguatan konektivitas digital seluruh wilayah Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa ekosistem digital di Indonesia Timur tidak lagi tertinggal, sekaligus menyediakan fondasi kuat bagi layanan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan big data,” ungkapnya dalam sambutan di Surabaya.

Langkah tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan layanan cloud dan AI yang semakin mendorong kebutuhan penyimpanan serta pemrosesan data dalam skala besar. DCI menilai bahwa infrastruktur pusat data yang handal menjadi elemen fundamental bagi ekonomi digital, mulai dari startup fintech hingga perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Data Center E2 Surabaya: Fitur dan Keunggulan

Data Center E2 Surabaya dirancang dengan standar internasional, menawarkan tingkat keandalan (Service Level Agreement) sebesar 99,999% atau maksimal lima menit downtime per tahun. Selama lebih dari satu dekade operasional, DCI mencatatkan rekam jejak tanpa downtime sejak awal, menjadikan E2 sebagai fasilitas yang sangat dapat diandalkan bagi pelaku bisnis.

  • Kapasitas Listrik: 9 MW, mendukung kebutuhan beban kerja tinggi.
  • Lokasi Strategis: Surabaya sebagai gerbang perdagangan dan konektivitas ke wilayah Indonesia bagian timur.
  • Keamanan Tinggi: Sistem proteksi fisik dan siber berlapis, termasuk kontrol akses biometrik.
  • Ramah Lingkungan: Penggunaan teknologi pendinginan efisien dan sumber energi terbarukan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut, menilai bahwa infrastruktur ini akan memperkuat daya saing daerah dan membuka peluang ekonomi baru.

Implikasi Finansial dan Dampak Ekonomi

Pencapaian pendapatan Rp2,54 triliun mencerminkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, didorong oleh kontrak layanan data center yang meningkat baik dari sektor publik maupun swasta. Pendapatan tersebut juga memungkinkan DCI untuk berinvestasi lebih lanjut dalam jaringan fiber optic, edge computing, dan solusi hybrid cloud yang akan mengoptimalkan latensi bagi pengguna di wilayah Indonesia bagian timur.

Berikut ringkasan kontribusi keuangan DCI pada tahun 2025:

Kategori Nilai (Rp Triliun)
Pendapatan Utama 2,54
Laba Bersih 0,68
Investasi Capex 1,12
Pengembalian Investasi (ROI) 12,5%

Investasi capex tersebut sebagian besar diarahkan pada pengembangan fasilitas baru, termasuk E2 Surabaya, serta peningkatan jaringan serat optik yang menghubungkan pusat data di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Penguatan Ekosistem Digital Indonesia

Dengan membuka pusat data di Surabaya, DCI tidak hanya menambah kapasitas fisik, melainkan juga memperluas ekosistem digital di Indonesia Timur. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak startup teknologi, perusahaan e‑commerce, serta layanan fintech untuk beroperasi dengan latensi yang lebih rendah dan keamanan data yang lebih terjamin.

Selain itu, kehadiran data center berstandar global akan meningkatkan kepercayaan investor asing yang selama ini menilai risiko infrastruktur sebagai faktor penghambat. DCI berencana untuk meluncurkan program kolaborasi dengan universitas lokal, guna menciptakan tenaga kerja terampil di bidang data center operations dan cybersecurity.

Prospek Kedepan

Ke depan, DCI menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 15‑20% dengan menambah kapasitas total hingga 30 MW pada akhir 2027. Rencana ekspansi mencakup pembangunan data center baru di Makassar dan Balikpapan, memperkuat jaringan nasional yang terintegrasi.

Strategi tersebut selaras dengan agenda pemerintah yang menargetkan konektivitas broadband 100% pada tahun 2028, serta mendukung program Digital Economy 2025 yang menekankan pada infrastruktur data sebagai pilar utama.

Dengan fondasi kuat yang dibangun melalui pencapaian finansial dan investasi infrastruktur, DCI Indonesia berada pada posisi strategis untuk menjadi katalisator utama dalam percepatan transformasi digital Indonesia.