METI Soroti Target 100 GW Energi Terbarukan: Ambisi Besar, Kebijakan Belum Siap

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (METI) kembali menegaskan target ambisius Indonesia untuk mencapai kapasitas terpasang energi terbarukan (EBT) sebesar 100 gigawatt (GW) pada tahun 2030. Target ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan memenuhi komitmen iklim nasional.

Walaupun target 100 GW mencerminkan aspirasi besar, sejumlah analis dan pelaku industri menilai bahwa regulasi serta kebijakan pendukung belum sepenuhnya siap. Beberapa kendala utama yang diidentifikasi meliputi:

  • Keterbatasan regulasi tarif feed-in dan mekanisme pasar yang belum memberikan kepastian investasi bagi pengembang proyek EBT.
  • Proses perizinan yang masih panjang, terutama untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin di wilayah yang strategis.
  • Kebutuhan infrastruktur jaringan yang harus ditingkatkan agar dapat menampung dan menyalurkan energi terbarukan secara efisien.
  • Kapasitas pembiayaan yang masih terbatas, mengingat skala investasi yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar dolar.

METI mengakui tantangan tersebut dan menekankan perlunya perbaikan regulasi secara cepat. Beberapa langkah yang sedang dipertimbangkan meliputi penyederhanaan proses perizinan, penetapan tarif yang kompetitif, serta penguatan kerangka kerja pasar listrik yang mendukung integrasi EBT.

Selain aspek regulasi, pemerintah juga berupaya meningkatkan kolaborasi dengan sektor swasta, lembaga keuangan, dan komunitas internasional. Program pendanaan hijau, skema kredit bersubsidi, serta kemitraan publik‑private diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek‑proyek skala besar.

Jika semua kebijakan dapat diselaraskan, target 100 GW diperkirakan dapat tercapai dalam rentang waktu satu dekade. Namun, kegagalan dalam menyiapkan regulasi yang memadai dapat menunda atau bahkan menghambat pencapaian ambisi energi bersih Indonesia.