Peran Strategis Arsiparis di Era Digital, Kemendikbudristek Gandeng UNAIR Tingkatkan Kapasitas Tendik
Peran Strategis Arsiparis di Era Digital, Kemendikbudristek Gandeng UNAIR Tingkatkan Kapasitas Tendik

Peran Strategis Arsiparis di Era Digital, Kemendikbudristek Gandeng UNAIR Tingkatkan Kapasitas Tendik

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Dalam era transformasi digital yang semakin cepat, pengelolaan arsip dan data menjadi tantangan utama bagi institusi pendidikan tinggi. Arsiparis kini tidak hanya berperan sebagai penjaga dokumen fisik, melainkan sebagai pengelola informasi digital yang mendukung operasional kampus secara keseluruhan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyadari pentingnya peran tersebut dan menjalin kerja sama dengan Universitas Airlangga (UNAIR) untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (tendik) di bidang pengelolaan arsip digital. Program ini mencakup serangkaian pelatihan, workshop, dan pendampingan teknis yang dirancang khusus untuk menyesuaikan standar pengarsipan modern.

Berikut adalah beberapa langkah kunci yang diimplementasikan dalam program kolaborasi ini:

  • Pelatihan Kompetensi Digital: Tendik diberikan materi tentang manajemen basis data, keamanan siber, serta penggunaan perangkat lunak arsip berbasis cloud.
  • Standarisasi Proses Arsip: Penyusunan prosedur operasional standar (SOP) yang selaras dengan kebijakan nasional tentang arsip elektronik.
  • Penerapan Teknologi AI: Pengenalan teknologi kecerdasan buatan untuk otomatisasi klasifikasi dan pencarian dokumen.
  • Audit dan Evaluasi Berkala: Penilaian rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas dan keamanan data.

Manfaat yang diharapkan dari inisiatif ini meliputi peningkatan akurasi penyimpanan data, percepatan akses informasi bagi dosen dan mahasiswa, serta penguatan kemampuan institusi dalam menghadapi tantangan regulasi dan audit eksternal.

Selain itu, kolaborasi dengan UNAIR memungkinkan pertukaran pengetahuan antara praktisi arsiparis dan akademisi. Hal ini menciptakan ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang dapat diadaptasi oleh perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.

Dengan mengoptimalkan peran arsiparis, institusi pendidikan tinggi tidak hanya melindungi warisan dokumentasi mereka, tetapi juga memperkuat fondasi digital yang mendukung inovasi akademik dan penelitian.