LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Mardiono, seorang tokoh senior partai politik, mengkritik tajam munculnya narasi yang menyerukan penggulingan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam sebuah pernyataan publik, ia menegaskan bahwa setiap ajakan yang mengandung muatan makar tidak hanya melanggar konstitusi, tetapi juga mengancam stabilitas nasional.
- Menjaga netralitas dalam menyampaikan opini;
- Menghindari retorika yang memecah belah masyarakat;
- Menegakkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan;
- Memberikan kritik konstruktif yang berbasis data dan fakta.
Reaksi beragam muncul di media sosial. Sebagian kalangan menilai pernyataan Mardiono sebagai upaya menegakkan disiplin politik, sementara yang lain menganggapnya sebagai pembatasan kebebasan berpendapat. Namun, mayoritas setuju bahwa ujaran yang menghasut penggulingan pemerintah dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai Undang‑Undang Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang‑Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Penistaan Agama.
Di samping itu, Mardiono menyoroti pentingnya edukasi politik bagi masyarakat luas. Ia menyarankan agar lembaga pendidikan, media, dan organisasi masyarakat sipil bekerja sama dalam menyediakan informasi yang akurat serta meningkatkan literasi politik.
Dengan menegaskan posisi tersebut, Mardiono berharap para pemimpin opini akan lebih bijak dalam berkomentar, menghindari provokasi, dan berkontribusi pada dialog yang konstruktif demi menjaga keutuhan bangsa.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet