Prabowo Janji Percepat Program 3 Juta Rumah, Minta Kampus Bantu Riset Perumahan
Prabowo Janji Percepat Program 3 Juta Rumah, Minta Kampus Bantu Riset Perumahan

Prabowo Janji Percepat Program 3 Juta Rumah, Minta Kampus Bantu Riset Perumahan

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat realisasi program 3 Juta Rumah. Dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan perguruan tinggi, ia mengajak lembaga akademik untuk berperan aktif dalam riset dan kajian intensif terkait tantangan perumahan di tanah air.

Program 3 Juta Rumah, yang diluncurkan pada tahun 2024, menargetkan penyediaan hunian layak bagi keluarga berpendapatan rendah hingga menengah. Hingga akhir 2025, pemerintah menargetkan penyelesaian sekitar 1,5 Juta unit, dengan sisa target akan dipercepat pada tahun-tahun berikutnya.

Prabowo menyoroti tiga faktor utama yang menjadi hambatan utama dalam pencapaian target tersebut:

  • Ketersediaan lahan yang strategis dan terjangkau.
  • Biaya konstruksi yang terus naik akibat inflasi material.
  • Kurangnya data terintegrasi tentang kebutuhan perumahan di tiap wilayah.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Presiden meminta kampus-kampus untuk melakukan:

  1. Penelitian tentang model pembiayaan inovatif yang dapat menurunkan beban biaya bagi pembeli rumah pertama.
  2. Studi pemetaan kebutuhan perumahan berbasis data geografis dan demografis.
  3. Pengembangan teknologi konstruksi ramah lingkungan dan efisien.
  4. Evaluasi kebijakan regulasi lahan agar proses perizinan menjadi lebih cepat.

Selain itu, Prabowo mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan institusi akademik dalam menyusun rencana tata ruang yang selaras dengan program perumahan nasional. Diharapkan sinergi ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih berbasis bukti serta mempercepat pelaksanaan proyek.

Jika berhasil, percepatan program 3 Juta Rumah tidak hanya akan mengurangi angka kekurangan hunian, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor konstruksi, material, dan layanan terkait. Pemerintah berjanji akan menyalurkan anggaran tambahan dan memberikan insentif bagi universitas yang menghasilkan riset aplikatif.

Dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik, Prabowo berharap Indonesia dapat mencapai target perumahan nasional lebih cepat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.