LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Jakarta – Pada tanggal 6 April 2026, Uzbekistan memperkuat posisinya sebagai mitra strategis utama bagi Afghanistan serta memperluas jangkauan kerjasama ke Indonesia, khususnya provinsi Jawa Timur. Serangkaian pertemuan tingkat tinggi, penandatanganan memorandum, dan inisiatif budaya menandai fase baru dalam hubungan lintas batas yang menekankan pada keamanan, perdagangan, dan pariwisata religius.
Dialog politik dan penandatanganan MoU bernilai US$65 juta
Di sela-sela Afghanistan‑Central Asia Consultative Dialogue, Menteri Luar Negeri Afghanistan, Mawlavi Amir Khan Muttaqi, bertemu dengan Deputi Menteri Luar Negeri Uzbekistan, Bobur Usmanov. Kedua pejabat menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara Kabul dan Tashkent, serta menyoroti kemajuan positif dalam hubungan bilateral selama beberapa bulan terakhir. Pada kesempatan yang sama, kedua negara menandatangani sepuluh Nota Kesepahaman (MoU) dengan total nilai US$65 juta. MoU tersebut mencakup sektor perdagangan, infrastruktur, energi, dan logistik, dengan harapan membuka jalur perdagangan yang lebih lancar serta meningkatkan investasi lintas batas.
Target perdagangan farmasi US$500 juta
Sementara itu, Delegasi Uzbekistan yang dipimpin oleh Direktur Badan Pengembangan Industri Farmasi, Abdulla Azizov, mengunjungi Kabul untuk membahas rencana peningkatan perdagangan farmasi. Kedua belah pihak menargetkan nilai perdagangan farmasi mencapai US$500 juta dalam waktu dekat. Untuk mencapainya, mereka sepakat membentuk kelompok kerja operasional bersama, menerapkan standar Good Distribution Practice (GDP), serta memperkuat hubungan dengan distributor farmasi utama. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan total perdagangan bilateral yang mencapai US$1,6 miliar pada tahun 2025, naik 45,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kerjasama budaya dan pariwisata religius dengan Jawa Timur
Di Indonesia, provinsi Jawa Timur menjadi saksi pertemuan diplomatik baru antara Uzbekistan dan Indonesia. Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, bersama Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, dan Deputi Gubernur Samarkand, Rustam Kobilov, mengunjungi Surabaya untuk memperdalam kerja sama di bidang pariwisata religius dan budaya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa kedua wilayah memiliki ikatan historis yang kuat melalui tokoh‑tokoh Islam seperti Imam Bukhari, Sunan Giri, dan Maulana Malik Ibrahim. Pemerintah Jawa Timur berupaya memfasilitasi kunjungan ziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand serta membuka jalur penerbangan langsung antara Surabaya dan Tashkent atau Samarkand, guna meningkatkan mobilitas umat dan memperkuat pertukaran budaya.
Implikasi regional dan prospek ke depan
Langkah-langkah tersebut tidak hanya mempererat hubungan bilateral antara Afghanistan dan Uzbekistan, tetapi juga menegaskan peran Uzbekistan sebagai penghubung ekonomi antara Asia Tengah dan Selatan. Dengan menambah volume perdagangan, memperluas sektor farmasi, serta mempromosikan pariwisata keagamaan, Tashkent berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada rute tradisional dan memperkuat stabilitas kawasan. Para analis menilai bahwa integrasi transportasi dan logistik yang lebih baik dapat menciptakan koridor perdagangan baru, yang pada gilirannya akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi di kedua negara serta negara‑negara tetangga.
Secara keseluruhan, rangkaian inisiatif yang diluncurkan pada awal April 2026 mencerminkan strategi Uzbekistan yang komprehensif: menggabungkan diplomasi politik, kerjasama ekonomi, dan pertukaran budaya untuk membangun jaringan kemitraan yang berkelanjutan. Jika implementasi MoU berjalan lancar dan target farmasi tercapai, diperkirakan nilai perdagangan bilateral akan terus melaju naik, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata religius yang potensial menghasilkan jutaan dolar bagi kedua negara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet