LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Pelatih tim nasional panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengungkapkan bahwa federasi telah melakukan revamp menyeluruh pada sistem kompetisi internal di pusat pelatihan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pembinaan dan meningkatkan performa para pemanah di ajang internasional.
Beberapa poin utama perubahan meliputi:
- Skema kompetisi berjenjang: Dari seleksi wilayah, turnamen persiapan, hingga final internal, semua tahapan kini terintegrasi dalam satu kalender tahunan.
- Penilaian berbasis data: Setiap pemanah diwajibkan mengunggah hasil sesi latihan ke sistem digital yang mencatat kecepatan, akurasi, dan konsistensi tembakan.
- Peningkatan intensitas latihan: Jadwal latihan harian ditambah dengan sesi psikologis dan fisioterapi untuk meminimalisir cedera.
- Seleksi meritokratis: Hasil kompetisi dan data performa menjadi satu‑satunya kriteria masuk tim utama, mengurangi pengaruh faktor non‑teknis.
- Dukungan pendanaan yang transparan: Anggaran diberikan berdasarkan pencapaian target kuota internasional, dengan laporan keuangan yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
Implementasi sistem baru ini sudah dimulai pada kuartal pertama tahun ini. Dalam uji coba pertama, tiga pemanah muda berhasil melampaui standar internasional yang sebelumnya hanya dicapai oleh segelintir atlet senior.
Rameez menilai bahwa perubahan ini tidak hanya memperkuat kualitas teknis, tetapi juga menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat di antara para atlet. “Dengan sistem yang lebih terstruktur dan berbasis data, kami dapat mengidentifikasi potensi sejak dini dan memberikan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Federasi Panahan Indonesia berharap bahwa inovasi ini akan membawa hasil positif pada kejuaraan dunia dan Olimpiade mendatang, sekaligus meningkatkan citra panahan sebagai cabang olahraga yang profesional dan kompetitif.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet