LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Ribuan warga Irak turun ke jalan di ibu kota Baghdad pada Senin (4 April 2026) untuk menyatakan kecaman keras terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap instalasi militer Iran.
Protes dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung selama beberapa jam, menampilkan spanduk berwarna merah dan oranye yang bertuliskan “Solidaritas dengan Iran” serta “Tidak ada dukungan bagi agresi AS‑Israel”.
- Menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Iran yang menjadi korban serangan.
- Mengutuk aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.
- Menuntut pemerintah Irak menolak segala bentuk dukungan logistik atau intelijen kepada pihak yang melakukan agresi.
- Menyerukan dialog damai di antara negara‑negara di kawasan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Pejabat pemerintah Irak, termasuk Menteri Luar Negeri, menanggapi aksi tersebut dengan menegaskan bahwa Irak tetap berkomitmen pada prinsip kedaulatan dan integritas wilayah Iran. “Kami menolak keras setiap bentuk serangan yang mengancam stabilitas regional,” ujar pejabat tersebut dalam konferensi pers singkat.
Para ulama dan tokoh masyarakat juga memberikan dukungan moral, menekankan pentingnya persatuan umat Islam di tengah ancaman yang dirasakan bersama. “Kita tidak dapat tinggal diam ketika saudara‑saudara kita di Iran diserang,” kata seorang kiai terkemuka di Baghdad.
Ketegangan antara Washington, Tel Aviv, dan Tehran telah meningkat sejak serangan udara pada awal pekan ini, yang menargetkan fasilitas militer di wilayah barat Iran. Analisis para pakar keamanan menilai bahwa tindakan tersebut dapat memicu rangkaian balasan militer, menambah risiko konflik berskala lebih luas di Timur Tengah.
Di tingkat internasional, sejumlah negara mengutuk serangan tersebut dan menyerukan penarikan pasukan serta dialog diplomatik. Namun, Amerika Serikat masih menegaskan bahwa operasinya merupakan respons terhadap ancaman roket balistik yang diluncurkan Iran ke wilayah sekutu.
Protes di Baghdad mencerminkan gelombang solidaritas yang meluas di negara‑negara berpenduduk mayoritas Muslim, sekaligus menandakan keprihatinan mendalam terhadap dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan regional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet