Pertamina Gencarkan Energi Terbarukan, Tambah Pasokan LPG dan Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Krisis Global
Pertamina Gencarkan Energi Terbarukan, Tambah Pasokan LPG dan Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Krisis Global

Pertamina Gencarkan Energi Terbarukan, Tambah Pasokan LPG dan Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Krisis Global

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Pertamina (Persero) memperkuat langkahnya dalam menghadapi ketidakpastian energi global dengan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), menambah pasokan LPG menjelang libur Paskah, serta menjaga kestabilan harga BBM di seluruh jaringan SPBU. Strategi terpadu ini menegaskan posisi perusahaan sebagai penggerak utama transisi energi nasional.

Energi Baru Terbarukan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa pengembangan EBT menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terpengaruh oleh dinamika geopolitik. Hingga akhir 2025, target energi bersih Pertamina diproyeksikan mencapai 8.743 GWh per jam, mencakup sumber panas bumi, biogas, gas‑to‑power, dan tenaga surya.

Portfolio energi bersih perusahaan meliputi:

  • Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) – 2,4 MW
  • Gas‑to‑Power Jawa Satu – 1.760 MW
  • Gas‑to‑Power Pertamina Power Indonesia – 12,9 MW
  • Solar Pertamina Power Indonesia – 55,3 MW
  • Panas bumi – 772,5 MW
  • Investasi di Citicore Renewable Energy Corp (Filipina) – pembangkit surya 669,3 MW

Selain skala komersial, Pertamina telah membangun 252 Desa Energi Berdikari (DEB) yang mengintegrasikan panel surya, mikrohidro, dan biogas. Dari 252 lokasi, 156 desa berhasil memproduksi 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton bahan pangan non‑beras, memperkuat ketahanan pangan sekaligus energi.

Pasokan LPG Tambahan untuk Libur Paskah

Menjelang perayaan Paskah, Pertamina meningkatkan pasokan LPG sebesar 3 kg per tabung di wilayah Jawa Timur, mengantisipasi lonjakan permintaan rumah tangga. Penambahan ini merupakan bagian dari kebijakan perusahaan untuk memastikan ketersediaan energi rumah tangga selama periode libur panjang.

Stabilitas Harga BBM di Tengah Fluktuasi Global

Data resmi Pertamina menunjukkan bahwa harga BBM di Indonesia tetap mengacu pada tarif Maret 2026. Di DKI Jakarta, harga Pertamax tetap Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Dexlite Rp14.200 per liter. Harga Pertalite dipertahankan pada Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Harga serupa juga berlaku di jaringan SPBU lain seperti BP‑AKR, Vivo, dan Shell, yang belum mengumumkan penyesuaian pada April 2026.

Kebijakan harga ini dimaksudkan untuk menjaga daya beli konsumen sekaligus melindungi margin operasional SPBU, terutama ketika pasokan global terganggu oleh konflik dan ketegangan geopolitik.

Komitmen Net Zero dan ESG

Pertamina menegaskan dukungannya terhadap target Net Zero Emission 2060 Indonesia. Seluruh inisiatif EBT, DEB, serta program pengurangan emisi diintegrasikan dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk menyelaraskan rencana energi nasional (RUEN) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Transformasi bisnis ini tidak hanya berfokus pada produksi energi bersih, tetapi juga pada pelayanan publik, tata kelola yang transparan, dan keberlanjutan lingkungan. Implementasi ESG menjadi standar operasional di semua lini usaha Pertamina.

Prospek Masa Depan

Ke depan, Pertamina berencana memperluas jaringan DEB, meningkatkan kapasitas pembangkit surya dan panas bumi, serta menambah volume LPG pada musim-musim permintaan tinggi. Dengan landasan kebijakan harga yang stabil, dukungan pemerintah, serta investasi berkelanjutan di sektor energi terbarukan, perusahaan menargetkan Indonesia menjadi pusat kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi hijau.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menurunkan emisi karbon nasional, memperkuat keamanan energi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.