Duka Prabowo untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
Duka Prabowo untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

Duka Prabowo untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Jakarta, 5 April 2024 – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya tiga anggota TNI Angkatan Darat yang tengah bertugas sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon. Kejadian tersebut terjadi pada serangan bersenjata yang menargetkan pos-pos penjagaan pasukan perdamaian di wilayah selatan Lebanon.

Prabowo menegaskan bahwa kehilangan tiga prajurit Indonesia merupakan pukulan berat bagi keluarga, institusi militer, dan seluruh bangsa. Ia mengharapkan agar para keluarga yang ditinggalkan mendapatkan dukungan moral dan material yang memadai.

Selain menyampaikan belasungkawa, Prabowo secara tegas mengutuk serangan yang menimpa pasukan perdamaian. Ia menilai aksi tersebut melanggar hukum humaniter internasional dan menambah beban keamanan di kawasan yang sudah rapuh.

Dalam pernyataan resmi, Menteri Pertahanan menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas perlindungan yang diberikan UNIFIL. Indonesia meminta langkah-langkah berikut:

  • Peningkatan jumlah personel dan peralatan penanggulangan serangan.
  • Peninjauan kembali zona operasi dan mandat pasukan.
  • Penguatan koordinasi dengan otoritas lokal dan negara‑negara anggota UNIFIL.

Prabowo menambahkan bahwa Indonesia, sebagai kontributor pasukan perdamaian, akan terus berkomitmen mendukung misi UNIFIL, namun menuntut adanya jaminan keamanan yang memadai bagi para prajurit yang berbakti di luar negeri.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di dalam negeri. Pemerintah menyiapkan prosedur administratif untuk mengirimkan penghargaan pasca‑hidup kepada prajurit yang gugur serta memastikan proses pemakaman dijalankan sesuai dengan tradisi militer.

Serangan terhadap pasukan perdamaian menyoroti dinamika keamanan yang terus berubah di Timur Tengah, khususnya di perbatasan Lebanon‑Israel. UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, memiliki mandat untuk memantau gencatan senjata, menegakkan hukum, serta membantu pemerintah Lebanon menjaga kedaulatan wilayahnya.

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, juga akan mengajukan catatan resmi kepada Dewan Keamanan PBB, menekankan pentingnya perlindungan bagi semua personel misi perdamaian, tidak terkecuali prajurit Indonesia.