Malaysia minta DK PBB tegas soal serangan terhadap pasukan UNIFIL
Malaysia minta DK PBB tegas soal serangan terhadap pasukan UNIFIL

Malaysia minta DK PBB tegas soal serangan terhadap pasukan UNIFIL

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Kementerian Luar Negeri Malaysia menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengambil tindakan tegas setelah serangkaian serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, yang dikenal dengan nama UNIFIL.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri Luar Negeri Malaysia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan UNIFIL merupakan pelanggaran serius terhadap konvensi internasional dan menimbulkan ancaman langsung bagi stabilitas kawasan. Ia menuntut DK PBB untuk tidak hanya mengutuk serangan tersebut, tetapi juga mengeluarkan resolusi yang menuntut pihak yang bertanggung jawab melakukan pertanggungjawaban.

Serangan terbaru terjadi ketika sebuah pos UNIFIL di wilayah selatan Lebanon diserang dengan tembakan artileri, mengakibatkan beberapa anggota pasukan penjaga perdamaian terluka. Insiden ini menambah daftar panjang insiden kekerasan yang menimpa pasukan multinasional yang beroperasi di wilayah yang rawan konflik tersebut.

Pernyataan Malaysia menyoroti beberapa poin kunci:

  • Penegasan kembali komitmen Malaysia terhadap prinsip kedaulatan, integritas wilayah, dan hak asasi manusia.
  • Permintaan agar DK PBB melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengidentifikasi pihak yang terlibat dalam serangan.
  • Seruan agar seluruh anggota DK PBB memberikan dukungan politik dan material untuk meningkatkan keamanan pasukan UNIFIL.
  • Pentingnya menegakkan mandat UNIFIL yang mencakup pemantauan gencatan senjata, perlindungan warga sipil, dan pencegahan penyelundupan senjata.

Menteri Luar Negeri menambahkan bahwa Malaysia, sebagai negara anggota PBB yang mendukung penyelesaian damai melalui dialog, siap berkontribusi dalam upaya diplomatik untuk menghentikan tindakan kekerasan dan memastikan keberlanjutan misi perdamaian di Lebanon.

Selain menuntut respons tegas dari DK PBB, Malaysia juga menyerukan kepada semua pihak di kawasan untuk menahan diri, menghormati hukum humaniter internasional, dan menghindari eskalasi yang dapat memperburuk situasi keamanan regional.