Setelah 10 Kematian, AS Pertimbangkan Larang Airbag Ilegal dari China
Setelah 10 Kematian, AS Pertimbangkan Larang Airbag Ilegal dari China

Setelah 10 Kematian, AS Pertimbangkan Larang Airbag Ilegal dari China

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) telah menyimpulkan bahwa sejumlah inflator airbag yang diproduksi di China tidak memenuhi standar keselamatan dan telah menyebabkan sepuluh kematian serta beberapa luka serius di antara pengemudi dan penumpang kendaraan di AS.

Penelitian NHTSA mengidentifikasi bahwa inflator tersebut mengalami kegagalan pada saat didekatkan, menghasilkan pecahan logam berbahaya yang menembus ruang kabin. Kegagalan ini terjadi terutama pada model inflator yang dipasang di kendaraan bermerek tertentu dan diproduksi antara tahun 2016 hingga 2022.

Berikut rangkuman temuan utama NHTSA:

  • Sepuluh kecelakaan fatal terkait inflator airbag ilegal.
  • Lebih dari 30 laporan cedera serius akibat pecahan logam.
  • Mayoritas kecelakaan terjadi pada kendaraan berusia kurang dari tiga tahun.
  • Inflator yang diproduksi di pabrik-pabrik di China tidak melalui proses verifikasi kualitas yang ketat.

Sehubungan dengan temuan tersebut, NHTSA mengusulkan langkah-langkah berikut untuk mencegah risiko lebih lanjut:

  1. Penerapan larangan impor dan penjualan semua inflator airbag yang tidak memiliki sertifikasi keamanan AS.
  2. Pengujian kembali terhadap semua kendaraan yang sudah dipasarkan namun masih menggunakan inflator tersebut.
  3. Penggantian gratis bagi pemilik kendaraan yang terdeteksi menggunakan inflator berisiko.
  4. Penegakan sanksi administratif dan pidana terhadap importir dan produsen yang melanggar standar.

Pemerintah AS juga berkoordinasi dengan otoritas keselamatan otomotif internasional untuk memperkuat prosedur verifikasi rantai pasokan komponen keselamatan. Sementara itu, konsumen disarankan untuk memeriksa nomor seri inflator pada kendaraan mereka melalui layanan daring NHTSA atau menghubungi dealer resmi.

Jika larangan resmi diterapkan, diperkirakan akan menurunkan angka kecelakaan terkait airbag secara signifikan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan kendaraan di pasar Amerika Serikat.