Drama Championship Liga 2: PSIS Raih Kemenangan Epik dengan Hattrick 45 Tahun, PSS Sleman Tundukkan Kendal Tornado
Drama Championship Liga 2: PSIS Raih Kemenangan Epik dengan Hattrick 45 Tahun, PSS Sleman Tundukkan Kendal Tornado

Drama Championship Liga 2: PSIS Raih Kemenangan Epik dengan Hattrick 45 Tahun, PSS Sleman Tundukkan Kendal Tornado

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Sabtu (4/4/2026) menjadi hari bersejarah bagi dua klub besar Liga 2 Indonesia. Di satu sisi, PSIS Semarang menorehkan kemenangan tipis namun bermakna melawan Barito Putera berkat aksi luar biasa striker berusia 45 tahun yang mencetak hattrick pada babak akhir. Di sisi lain, PSS Sleman mempertegas dominasinya di klasemen dengan menumbangkan Persipal FC 7-0, sementara Kendal Tornado FC terpaksa menelan kekalahan tipis 1-0 dari Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan.

PSIS Semarang: Kejutan dari Sang Veteran

Latihan intensif selama seminggu terakhir membuahkan hasil bagi PSIS. Pelatih Andri Ramawi menyatakan kondisi pemain sudah optimal menjelang laga penting melawan Barito Putera. Namun sorotan utama jatuh pada pemain senior berusia 45 tahun yang, meski berada di ambang akhir karier, menampilkan performa tak terduga. Pada menit ke‑62, ia memanfaatkan umpan silang dari gelandang tengah dan menegakkan bola ke gawang lawan, mencetak gol pertama. Tak lama setelahnya, pada menit ke‑78, ia kembali melesat ke dalam kotak penalti dan mengeksekusi sundulan halus yang menambah keunggulan PSIS. Gol ketiga muncul pada menit ke‑88 setelah serangan balik cepat, menutup skor menjadi 3‑0.

Penampilan sang veteran tidak hanya menjadi faktor penentu di atas lapangan, melainkan juga memberi dorongan moral bagi rekan‑rekan setim. “Kami sangat menghargai pengalaman dan ketangguhan pemimpin di lapangan. Ia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkontribusi,” ujar Kapten PSIS, Alberto Gonçalves dalam konferensi pers pasca pertandingan.

PSS Sleman Menunjukkan Kelas di Maguwoharjo

Di Stadion Maguwoharjo, PSS Sleman menampilkan permainan menyerang yang agresif sejak peluit pertama. Tanpa kehadiran penonton penuh karena sanksi PSSI, tim Ansyari Lubis tetap menguasai tempo pertandingan. Gol pembuka datang pada menit ke‑13 lewat gol bunuh diri lawan, Hanif Fauzan, setelah kesalahan dalam situasi sepak pojok.

Gustavo Tocantins menjadi bintang utama dengan mencetak empat gol, termasuk dua penalti dan satu sundulan hattrick. Ia menambah satu gol lagi pada menit ke‑90, mengukir rekor quattrick dalam satu laga. Dominikus Dion, Federic Injay, dan Meru Kimura juga berkontribusi pada papan skor, memperlebar selisih menjadi 7‑0. Dengan hasil tersebut, PSS Sleman mengamankan 49 poin dan mengokohkan posisinya di puncak klasemen wilayah timur.

Kendal Tornado FC Gagal Menembus Kemenangan di Wergu Wetan

Pertandingan antara Persiku Kudus dan Kendal Tornado FC menjadi sorotan lain pada pekan ke‑23. Persiku memanfaatkan keunggulan taktik defensifnya dan mencetak gol tunggal melalui Igor pada awal babak kedua. Kendal berusaha keras mengejar ketertinggalan, namun pertahanan rapat Persiku selalu mematahkan serangan, sehingga skor akhir tetap 1‑0.

Kemenangan ini memberikan tiga poin penting bagi Persiku, sementara Kendal harus menelan kekalahan yang menghambat ambisinya untuk promosi ke Liga 1. Meski demikian, pelatih Kendal tetap optimis, menekankan bahwa tim masih memiliki peluang dalam sisa pertandingan.

Implikasi Klasemen dan Langkah Selanjutnya

Hasil gabungan ini menambah dinamika persaingan di Championship Liga 2. PSIS, yang sebelumnya terpuruk setelah kekalahan dari Barito Putera, kini naik ke posisi tengah klasemen dengan tambahan tiga poin. Kemenangan tipis ini dapat menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan diri tim menjelang fase akhir.

PSS Sleman, dengan selisih poin yang semakin lebar, tampak menjadi kandidat kuat untuk menjuarai wilayah timur. Sementara Kendal Tornado harus memperbaiki pertahanan dan mencari cara meningkatkan efektivitas serangan agar tidak tertinggal dari rival terdekat.

Dengan sisa jadwal yang padat, setiap poin menjadi sangat berharga. Klub-klub yang mampu mengoptimalkan strategi serta mengandalkan pemain berpengalaman, seperti PSIS, memiliki peluang besar untuk melaju ke putaran berikutnya.

Secara keseluruhan, pekan ke‑23 menunjukkan bahwa kompetisi Liga 2 tetap penuh kejutan, baik dari pemain veteran yang menembus batas usia maupun tim-tim muda yang menunjukkan kualitas menyerang yang memukau.