LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Prabowo Subianto bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengiringi proses pemakaman tiga prajurit TNI yang gugur dalam operasi perdamaian di Lebanon Selatan. Upacara penghormatan dilaksanakan di pangkalan militer Jakarta, diikuti oleh pejabat tinggi pemerintah, perwakilan militer, serta keluarga almarhum.
Ketiga prajurit tersebut, yaitu Sersan (Prajurit) Budi Hartono (35) asal Kabupaten Malang, Sersan (Prajurit) Andi Saputra (29) asal Kabupaten Bone, dan Sersan (Prajurit) Rudi Santoso (32) asal Kabupaten Gianyar, tewas saat menanggapi serangan roket yang melanda pos TNI di wilayah perbatasan Lebanon pada tanggal 12 April 2024. Penyebab kematian dinyatakan sebagai luka tembak akibat ledakan.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat mendalam kepada para pahlawan yang mengorbankan nyawa demi keamanan internasional. “Mereka adalah contoh keberanian yang tak tergoyahkan. Negara ini berutang budi kepada mereka dan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Prabowo dalam sambutan singkatnya.
SBY menambahkan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh bagi keluarga korban, termasuk bantuan sosial, beasiswa pendidikan, dan fasilitas kesehatan. “Kita tidak akan melupakan jasa mereka. Pemerintah akan memastikan bahwa keluarga mereka mendapatkan kesejahteraan yang layak,” tegasnya.
- Upacara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penghormatan militer.
- Jenazah dibawa ke masing‑masing kampung halaman menggunakan mobil kenegaraan.
- Keluarga almarhum menerima paket bantuan pemerintah yang mencakup uang duka, beasiswa, dan layanan kesehatan.
Setelah upacara, jenazah masing‑masing dibawa ke kampung halaman: Budi Hartono diproses di Malang, Andi Saputra di Bone, dan Rudi Santoso di Gianyar. Pemerintah menyiapkan tim pendampingan untuk membantu proses pemakaman dan memastikan pelaksanaan prosesi berlangsung sesuai adat dan tradisi setempat.
Penanganan kasus ini menegaskan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian PBB serta kepedulian pemerintah terhadap prajurit yang gugur di luar negeri. Kementerian Pertahanan juga mengumumkan peningkatan pelatihan keamanan bagi personel yang ditugaskan di zona konflik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet