Gara-gara Biaya Energi Melambung, FAO Laporkan Harga Pangan Global Naik 2,4 Persen
Gara-gara Biaya Energi Melambung, FAO Laporkan Harga Pangan Global Naik 2,4 Persen

Gara-gara Biaya Energi Melambung, FAO Laporkan Harga Pangan Global Naik 2,4 Persen

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merilis laporan terbaru yang menunjukkan kenaikan harga pangan dunia sebesar 2,4 % pada periode terakhir.

Kenaikan ini dipicu utama oleh melambungnya biaya energi, terutama bahan bakar minyak dan gas, yang semakin mahal akibat ketegangan yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah. Harga energi yang tinggi meningkatkan biaya produksi, transportasi, serta pemrosesan komoditas pangan, sehingga menekan rantai pasokan global.

Berikut adalah perbandingan singkat antara indeks harga pangan (Food Price Index) pada dua tahun terakhir:

Tahun Indeks Harga Pangan Perubahan (%)
2023 115,2
2024 118,0 2,4

Kenaikan tersebut tidak bersifat merata. Komoditas seperti gandum dan minyak nabati mengalami peningkatan harga paling signifikan, sementara beras relatif stabil. Dampak kenaikan harga ini terasa paling berat di negara‑negara berkembang yang sebagian besar penduduknya menghabiskan lebih dari setengah pengeluaran rumah tangga untuk makanan.

Para analis memperkirakan bahwa jika tren biaya energi tidak berkurang, inflasi pangan dapat terus meningkat, menambah beban pada kebijakan moneter dan fiskal di banyak negara. Pemerintah diharapkan memperkuat program bantuan sosial, mengoptimalkan cadangan strategis pangan, serta mendorong diversifikasi sumber energi untuk menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

FAO juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi volatilitas harga, termasuk melalui perjanjian perdagangan yang lebih stabil dan investasi dalam teknologi pertanian berkelanjutan.