LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Pertamina, perusahaan energi milik negara, memperkuat komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dan bersih sebagai upaya memastikan ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Berbagai proyek strategis sedang digalakkan, meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga angin, serta pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit dan limbah pertanian. Investasi pada sektor ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dalam lima tahun ke depan.
- PLTS 100 MW di Jawa Barat – diharapkan mulai beroperasi pada akhir 2025.
- Pembangkit listrik tenaga angin 150 MW di Nusa Tenggara Timur – target selesai konstruksi pada 2027.
- Fasilitas biofuel skala industri di Kalimantan Selatan – kapasitas produksi 1 juta liter per hari.
Untuk mengoptimalkan hasil, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan lembaga riset, universitas, serta perusahaan teknologi internasional. Kerjasama ini mencakup transfer pengetahuan, pengembangan teknologi penyimpanan energi, serta digitalisasi jaringan distribusi listrik.
Berikut adalah target ambisius yang ditetapkan Pertamina untuk tahun 2030:
| Target | Nilai |
|---|---|
| Kapasilitas energi terbarukan | 30% dari total kapasitas produksi |
| Emisi CO2 perusahaan | Pengurangan 45% dibandingkan 2020 |
| Investasi bersih | USD 5 miliar |
Dengan strategi ini, Pertamina tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga menyiapkan landasan bagi Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau global.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet