LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Bandara Internasional Baghdad kembali menjadi sorotan setelah dua buah drone bersenjata bom meluncur dan menargetkan Pusat Dukungan Diplomatik Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Pangkalan Victoria. Serangan terjadi pada pagi hari, tepatnya sekitar pukul 09.30 waktu setempat, ketika personel keamanan masih melakukan patroli rutin di sekitar area bandara.
Pihak berwenang Irak segera menutup akses ke area bandara dan melakukan evakuasi personel yang berada di dalam zona bahaya. Tim penyelidik khusus dibentuk untuk mengumpulkan data balistik dan melacak asal‑usul drone, sementara unit militer menambah patroli udara di wilayah Irak Utara.
Amerika Serikat mengecam aksi tersebut sebagai “serangan teroris” yang menargetkan personel diplomatik. Duta Besar AS untuk Irak, [namanya], menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menindaklanjuti secara tegas dan berkoordinasi erat dengan pemerintah Irak untuk mengidentifikasi pelaku serta meningkatkan keamanan fasilitas diplomatik di wilayah tersebut.
Pemerintah Irak, melalui Menteri Pertahanan, menegaskan komitmen negara untuk melindungi semua fasilitas asing di dalam negeri dan menambah anggaran keamanan bandara utama. Sementara itu, para analis geopolitik memperkirakan bahwa serangan ini dapat menjadi bagian dari dinamika persaingan regional yang melibatkan kelompok bersenjata pro‑Iran maupun unsur‑unsur lain yang menentang kehadiran militer dan diplomatik Amerika di Irak.
Serangan ini menambah daftar insiden serupa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pengeboman kendaraan militer dan serangan roket di daerah sekitar Baghdad. Pemerintah Irak dan sekutunya terus meninjau kebijakan keamanan dan memperkuat koordinasi intelijen untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet