Auriga: Deforestasi Hutan Indonesia Melonjak ke 433.751 Ha pada 2025, Program Ketahanan Pangan Prabowo Disorot
Auriga: Deforestasi Hutan Indonesia Melonjak ke 433.751 Ha pada 2025, Program Ketahanan Pangan Prabowo Disorot

Auriga: Deforestasi Hutan Indonesia Melonjak ke 433.751 Ha pada 2025, Program Ketahanan Pangan Prabowo Disorot

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh lembaga riset lingkungan Auriga, luas hutan yang hilang di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 433.751 hektare, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lonjakan ini diperkirakan berhubungan erat dengan pelaksanaan program ketahanan pangan yang digulirkan oleh Menteri Pertanian Prabowo Subianto. Program tersebut menitikberatkan pada perluasan lahan pertanian dan perkebunan untuk memenuhi target produksi pangan nasional, namun menyebabkan konversi hutan menjadi lahan terbuka.

Data utama

Tahun Deforestasi (Ha) Faktor utama
2023 312.540 Pembangunan infrastruktur
2024 378.120 Ekspansi perkebunan
2025 433.751 Program ketahanan pangan Prabowo

Para pengamat lingkungan menilai bahwa meskipun tujuan meningkatkan ketahanan pangan penting, pendekatan yang mengorbankan tutupan hutan dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang, antara lain penurunan keanekaragaman hayati, meningkatnya risiko kebakaran hutan, dan berkurangnya kemampuan hutan menyerap karbon.

Berikut beberapa poin kritik utama yang disampaikan oleh organisasi non‑pemerintah dan akademisi:

  • Kurangnya penilaian dampak lingkungan sebelum peluncuran program.
  • Insentif finansial yang lebih besar diberikan kepada petani dan perusahaan agribisnis dibandingkan pada upaya konservasi.
  • Rencana penanaman kembali (re‑forestasi) yang belum terukur secara jelas.

Pemerintah menanggapi dengan menyatakan bahwa program ketahanan pangan dirancang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, dan bahwa upaya re‑forestasi serta mekanisme kompensasi akan diimplementasikan secara bertahap.

Namun, pengawasan independen masih dianggap lemah, sehingga masyarakat dan lembaga internasional terus menuntut transparansi lebih besar serta integrasi kebijakan yang lebih ketat antara sektor pertanian dan konservasi.

Jika tren deforestasi ini tidak dikendalikan, Indonesia berisiko kehilangan lebih dari 400 ribu hektare hutan dalam satu tahun, yang dapat menghambat target emisi bersih nol pada 2060 dan memperburuk tekanan pada komunitas adat yang bergantung pada hutan.