LintasWarganet.com – 02 April 2026 | PSIS Semarang kembali mencuri sorotan publik Liga 1 Indonesia usai menorehkan kemenangan telak 6-1 melawan Persipal Palu pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting, melainkan juga menegaskan kedalaman skuad yang kini menjadi senjata utama sang Laskar Mahesa Jenar.
Kemenangan Besar dan Penampilan Bintang
Di laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, para pemain PSIS tampil impresif. Striker naturalisasi Alberto Goncalves, yang lebih dikenal dengan sebutan Beto, mencatatkan hattrick—tiga gol beruntun yang menambah total empat golnya bersama klub musim ini. Keberhasilan Beto menembus pertahanan Persipal menjadi bukti bahwa ia masih menjadi ancaman utama di lini serang, meski beberapa minggu terakhir ia lebih sering berada di bangku cadangan.
Gustur Cahyo, yang menggantikan Ibrahim Sanjaya setelah sang bek merah, tidak hanya menstabilkan lini belakang, tetapi juga memberikan assist pertama bagi PSIS. Penetrasi cepat dari sisi kanan yang dilakukan Gustur kerap mengganggu susunan pertahanan lawan. Sementara itu, Thaufan Hidayat yang diturunkan sejak menit awal, menunjukkan konsistensi dalam menguasai lini tengah, membantu transisi cepat antara pertahanan dan serangan.
Kedalaman Skuad Menjadi Kunci
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, mengungkapkan kepuasannya terhadap kualitas dan kedalaman pemain. “Karena secara kualitas mereka sama, kami tidak terlalu khawatir ketika satu atau dua pemain tidak dapat tampil. Pemain lainnya mampu menggantikan dengan baik,” ujar Andri dalam konferensi pers di Semarang. Pernyataan tersebut mencerminkan strategi rotasi pemain yang berhasil menjaga kebugaran dan performa tim selama kompetisi berlangsung.
Selain Beto, tiga pemain lain menjadi sorotan sebagai mesin gol potensial: Evandro Brandão, Slavko Damjanović, dan Dime Dimov. Brandão, yang baru mencatatkan dua gol dan satu assist dalam delapan penampilan, menunjukkan akurasi tembakan tinggi (83% passing accuracy) dan efektivitas dalam menyelesaikan peluang. Kedua bek veteran, Damjanović dan Dimov, menawarkan kestabilan di lini belakang, menjamin PSIS tidak mudah kebobolan meski harus menekan lawan secara intensif.
Persiapan Menghadapi Barito Putera
Setelah mengamankan tiga poin melawan Persipal, PSIS kini menatap laga pekan ke-23 melawan Barito Putera yang dijadwalkan pada 5 April di Stadion Jatidiri. Andri menegaskan bahwa timnya telah melakukan analisis mendalam terhadap taktik lawan. “Barito Putera bukan tim yang bisa dianggap remeh. Kami harus menyesuaikan game plan untuk mengatasi kecepatan dan serangan balik mereka,” jelas Andri.
Latihan intensif telah dimulai sejak 31 Maret, dengan fokus pada kerja sama tim, perbaikan transisi, serta penyempurnaan strategi menyerang yang memanfaatkan kecepatan sayap dan ketajaman Beto. Pelatih juga menyinggung kemungkinan absen Fridolin Yoku karena cedera yang mengancam operasi, namun menegaskan bahwa kedalaman skuad memungkinkan pengganti yang siap tampil.
Ancaman PSPS Terhadap Persebaya Surabaya
Sementara persiapan melawan Barito Putera berlangsung, sorotan juga tertuju pada pertandingan potensial melawan Persebaya Surabaya. Analis mengidentifikasi trio mesin gol PSIS—Beto, Brandão, dan duo bek Damjanović‑Dimov—sebagai mimpi buruk bagi lini pertahanan Persebaya. Paul Munster, pelatih Persebaya, diperkirakan harus menyiapkan taktik defensif khusus untuk menahan serangan berbahaya tersebut.
Atmosfer panas di Stadion Gelora Bung Tomo dan dukungan Bonek menjadi faktor penentu. Jika PSIS mampu menyalurkan kreativitasnya, mereka berpotensi mencuri poin penting yang dapat memperkuat posisi di papan tengah klasemen.
Statistik dan Dampak Kemenangan
- Skor akhir: PSIS 6-1 Persipal
- Beto Goncalves: 3 gol (hattrick)
- Gustur Cahyo: 1 assist, 1 assist tambahan
- Thaufan Hidayat: 2 gol dan 1 assist (menurut data tim)
- Evandro Brandão: 2 gol, 1 assist, 83% akurasi passing
Kemenangan ini mengangkat PSIS ke posisi kedelapan dengan 19 poin, mengeluarkan mereka dari zona merah klasemen. Sementara Persipal terpuruk di dasar Grup 2 dengan hanya tujuh poin, PSIS kini menatap peluang untuk mengumpulkan poin lebih banyak dan mengejar tempat di zona tengah.
Keberhasilan tim dalam memanfaatkan kedalaman skuad, kombinasi pemain berpengalaman dan muda, serta kemampuan taktis pelatih menambah keyakinan bahwa PSIS dapat bersaing lebih jauh dalam kompetisi. Tantangan selanjutnya melawan Barito Putera dan potensi konfrontasi dengan Persebaya akan menjadi ujian sejati bagi strategi Andri Ramawi.
Dengan semangat yang tinggi dan persiapan matang, PSIS Semarang siap melanjutkan tren positif, memperkuat reputasinya di Liga 1, serta memberi kejutan bagi para rival yang menganggap mereka tim papan bawah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet