Soal Kebijakan WFH Setiap Jumat, Akademisi Nilai Bisa Bantu Penghematan Energi di Tengah Krisis Global
Soal Kebijakan WFH Setiap Jumat, Akademisi Nilai Bisa Bantu Penghematan Energi di Tengah Krisis Global

Soal Kebijakan WFH Setiap Jumat, Akademisi Nilai Bisa Bantu Penghematan Energi di Tengah Krisis Global

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Sejumlah akademisi mengusulkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) setiap hari Jumat sebagai upaya strategis untuk menurunkan konsumsi energi nasional. Ide ini muncul sebagai respons terhadap krisis energi global yang semakin menekan perekonomian dan kebutuhan akan langkah-langkah hemat energi yang berkelanjutan.

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari beberapa universitas menunjukkan bahwa dengan mengurangi aktivitas kantor selama satu hari dalam seminggu, penggunaan listrik, pendingin ruangan, serta transportasi dapat berkurang signifikan. Berikut adalah estimasi penghematan yang dihasilkan:

  • Penurunan konsumsi listrik kantor sekitar 12-15% per minggu.
  • Pengurangan penggunaan bahan bakar kendaraan pribadi dan transportasi umum hingga 8%.
  • Penghematan emisi COâ‚‚ setara dengan ribuan ton per tahun.

Selain manfaat lingkungan, kebijakan WFH pada hari Jumat juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dengan fleksibilitas waktu, pekerja dapat mengatur kegiatan pribadi atau keluarga, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas pada hari kerja berikutnya.

Namun, implementasi kebijakan ini memerlukan koordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Beberapa tantangan yang perlu diatasi meliputi:

  1. Ketersediaan infrastruktur digital yang memadai di seluruh wilayah.
  2. Penyesuaian regulasi ketenagakerjaan untuk melindungi hak pekerja.
  3. Pendidikan dan pelatihan bagi manajer dalam mengelola tim secara remote.

Jika tantangan tersebut dapat diatasi, kebijakan WFH setiap Jumat dapat menjadi alternatif yang lebih efektif dibandingkan dengan peningkatan tarif bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut tidak hanya menurunkan beban biaya energi bagi konsumen, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Secara keseluruhan, pendapat akademisi menegaskan bahwa langkah sederhana seperti mengatur hari kerja menjadi remote satu kali seminggu dapat menghasilkan penghematan energi yang signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kondisi krisis global.