Nathan Tjoe-A-On Dibekukan di Willem II: Buntut Kasus Paspor Mengancam Karier Internasional
Nathan Tjoe-A-On Dibekukan di Willem II: Buntut Kasus Paspor Mengancam Karier Internasional

Nathan Tjoe-A-On Dibekukan di Willem II: Buntut Kasus Paspor Mengancam Karier Internasional

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Bek timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, mengalami kebuntuan karier di klub Belanda, Willem II, setelah pihak klub menolak mengizinkannya bermain atau berlatih. Keputusan itu muncul akibat permasalahan administratif terkait paspor dan izin kerja yang belum terpenuhi, menimbulkan spekulasi luas di kalangan pecinta sepak bola Indonesia dan Eropa.

Latar Belakang Kasus

Pada akhir Maret 2026, Willem II mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa pemain berusia 24 tahun itu tidak dapat melakukan aktivitas apapun bersama tim. Klub mengutip arahan dari federasi nasional klub profesional (FBO) serta Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang menegaskan perlunya langkah hukum lebih lanjut untuk mengesahkan izin kerja Nathan sebagai pemain non-Uni Eropa.

Masalah ini berawal dari temuan dalam sebuah podcast sepak bola yang menyoroti status Dean James, pemain lain asal Indonesia yang juga berjuang dengan persyaratan izin kerja setelah memperoleh kewarganegaraan Belanda. Kasus Dean James kemudian meluas ke Nathan, yang sebelumnya sudah menorehkan penampilan penting bagi Timnas Indonesia, termasuk kemenangan 6-0 atas Taiwan pada FIFA Matchday 2025.

Pernyataan Resmi Willem II

Willem II menegaskan, “FBO memberikan saran kepada klub dan KNVB minggu lalu, setelah itu kami dan pemain meneliti berkas dengan saksama. Hasilnya menunjukkan bahwa Nathan belum dapat turun ke lapangan karena sejumlah langkah hukum masih diperlukan terkait izin kerja.” Klub menambahkan bahwa proses administratif sedang digerakkan untuk mendapatkan kejelasan dalam jangka pendek, baik bagi pemain maupun tim.

Selain menahan aktivitas pemain, klub juga menyatakan bahwa Nathan tidak akan dapat melakukan pekerjaan apa pun segera setelah kembali dari tugas internasionalnya, selaras dengan rekomendasi KNVB dan FBO.

Dampak terhadap Timnas dan Karier Internasional

Larangan ini berdampak langsung pada kesiapan Nathan menjelang laga penting Willem II melawan Jong PSV, serta menimbulkan kekhawatiran bagi manajemen Timnas Indonesia yang mengandalkan kontribusi pemain bertahan tersebut dalam kualifikasi regional. Pelatih Timnas, John Herdman, sebelumnya menyoroti Nathan sebagai satu-satunya pemain non‑kiper yang belum pernah dimainkan secara konsisten di level klub Eropa, menjadikannya aset strategis dalam formasi defensif.

Jika proses perizinan tidak selesai dalam waktu dekat, risiko absennya Nathan dari kompetisi domestik Belanda dapat menurunkan eksposurnya di panggung internasional, sekaligus mengurangi peluangnya untuk dipanggil kembali dalam pertandingan persahabatan atau turnamen penting.

Langkah-Langkah Penyelesaian

  • Klub bersama FBO dan KNVB meninjau kembali dokumen paspor serta persyaratan izin kerja yang berlaku bagi pemain non‑EU.
  • Pihak imigrasi Belanda diminta mengeluarkan keputusan akhir mengenai status kerja Nathan.
  • Jika diperlukan, klub akan mengajukan permohonan perpanjangan atau perubahan status visa agar pemain dapat kembali berlatih dan bertanding.
  • Timnas Indonesia memantau perkembangan kasus secara intensif untuk menyesuaikan skema pemanggilan pemain.

Prospek Kedepan

Meski situasi masih belum pasti, Willem II mengekspresikan optimisme bahwa penyelesaian administratif dapat tercapai dalam waktu singkat. Klub berharap Nathan dapat kembali ke lapangan secepatnya, mengingat peran pentingnya dalam memperkuat lini belakang. Sementara itu, pengamat sepak bola menilai bahwa kasus ini menjadi contoh penting bagi klub Eropa dalam mengelola pemain asal negara non‑EU, khususnya dalam konteks regulasi kerja pasca‑Brexit dan kebijakan migrasi.

Dengan tekanan dari fans dan media, baik Willem II maupun federasi terkait diperkirakan akan mempercepat proses verifikasi agar tidak mengganggu kompetisi Eredivisie dan agenda internasional Timnas Indonesia.

Ke depan, keberhasilan penyelesaian kasus ini tidak hanya menentukan nasib satu pemain, melainkan juga mencerminkan kesiapan klub Belanda dalam menyerap talenta Asia di tengah regulasi kerja yang semakin ketat.