Tragedi Ledakan Mortir di Bandung Barat, Tiga Warga Tewas Di Tempat
Tragedi Ledakan Mortir di Bandung Barat, Tiga Warga Tewas Di Tempat

Tragedi Ledakan Mortir di Bandung Barat, Tiga Warga Tewas Di Tempat

LintasWarganet.com – 09 Juli 2026 | Mortir meledak di Bandung Barat, 3 orang tewas [titlebase]. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 8 Agustus 2026, di Kampung Ciparang, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tiga warga, Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40), mengalami nasib nahas setelah meledaknya amunisi mortir aktif yang mereka coba bongkar dengan cara yang sangat berbahaya.

Menurut informasi yang dihimpun, ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S. Andriani, mengungkapkan bahwa para korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi aktif. Tanpa menyadari risiko yang ada, mereka berusaha membuka proyektil tersebut dengan menggunakan palu. Akibatnya, ledakan pun tak terhindarkan.

Baca juga:

Keheningan di Kampung Ciparang tiba-tiba pecah dengan suara ledakan yang mengguncang lingkungan sekitar. Warga yang mendengar ledakan segera bergegas menuju lokasi untuk mengetahui apa yang terjadi. Mereka menemukan ketiga korban tergeletak dalam kondisi mengenaskan, dengan luka parah di tubuh mereka.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa saat petugas tiba di lokasi, dua dari tiga korban sudah tidak bernyawa, sementara satu korban lainnya ditemukan masih bernapas namun dalam keadaan kritis. Korban yang kritis segera dilarikan ke Puskesmas Rajamandala, tetapi sayangnya nyawanya tidak tertolong. Satu di antara korban mengalami luka yang cukup parah, termasuk putusnya bagian lengan akibat ledakan tersebut.

Baca juga:

Para saksi mata di lokasi kejadian menyatakan bahwa ketiga korban sering kali memungut selongsong peluru bekas dari latihan prajurit di sekitar area Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat. Masyarakat setempat terbiasa mengambil selongsong peluru, namun mortir bekas sejatinya dilarang untuk diambil karena potensi bahaya yang ditimbulkannya.

Kapolsek Andriani menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan oleh benda-benda peledak, meskipun terlihat tidak aktif. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengambil atau bermain dengan barang-barang yang tidak diketahui asal-usulnya, terutama yang berkaitan dengan amunisi.

Baca juga:

Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya penanganan yang tepat terhadap sisa-sisa amunisi. Pihak kepolisian juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya benda peledak dan melarang pengambilan barang-barang berbahaya di sekitar area latihan militer.

Mortir meledak di Bandung Barat, 3 orang tewas [titlebase] menambah daftar insiden tragis akibat kelalaian dalam menangani bahan peledak. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lokasi yang berpotensi berbahaya.