AS Serang Iran Lagi, Gempur 170 Target Hanya dalam 2 Hari: Konflik Politik Tegang
AS Serang Iran Lagi, Gempur 170 Target Hanya dalam 2 Hari: Konflik Politik Tegang

AS Serang Iran Lagi, Gempur 170 Target Hanya dalam 2 Hari: Konflik Politik Tegang

LintasWarganet.com – 10 Juli 2026 | Dalam dua hari terakhir, Amerika Serikat (AS) telah menggempur 170 target di Iran, meningkatkan ketegangan konflik politik antara kedua negara.

Pergeseran ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengeklaim nota kesepahaman (MoU) yang sudah diteken berakhir, Rabu (8/7).

Baca juga:

AS telah menunjukkan kekuatan militernya di Iran, dengan serangan udara dan kapal perang yang telah menyerang target-target strategis di negara tersebut.

Beberapa sumber melaporkan bahwa serangan ini telah menyebabkan korban di kalangan penduduk sipil dan militer Iran.

Konflik politik antara AS dan Iran telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, dengan kedua negara saling menuduh satu sama lain atas berbagai isu, termasuk peran Iran dalam konflik Syria dan program nuklir Iran.

AS telah menuduh Iran telah melanggar perjanjian nuklir yang disepakati pada tahun 2015, sementara Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian tersebut dengan mengembangkan senjata nuklir.

Baca juga:

Konflik ini telah meningkatkan ketegangan di region Timur Tengah, dengan beberapa negara lain, termasuk Arab Saudi dan Israel, juga terlibat dalam konflik ini.

AS telah menegaskan bahwa tidak akan menyerah dari posisinya, sementara Iran juga telah menegaskan bahwa tidak akan menyerah dari posisinya.

Konflik ini masih terus berkembang, dan belum jelas apakah kedua negara akan dapat menemukan solusi untuk mengakhiri konflik ini.

Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa konflik ini telah meningkatkan ketegangan di region Timur Tengah dan telah menyebabkan korban di kalangan penduduk sipil dan militer Iran.

Baca juga:

Konflik ini juga telah menunjukkan bahwa AS dan Iran tidak dapat menemukan titik temu yang sama dalam berbagai isu, termasuk peran Iran dalam konflik Syria dan program nuklir Iran.

AS telah menuduh Iran telah melanggar perjanjian nuklir yang disepakati pada tahun 2015, sementara Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian tersebut dengan mengembangkan senjata nuklir.

Konflik ini telah meningkatkan ketegangan di region Timur Tengah, dengan beberapa negara lain, termasuk Arab Saudi dan Israel, juga terlibat dalam konflik ini.

AS telah menegaskan bahwa tidak akan menyerah dari posisinya, sementara Iran juga telah menegaskan bahwa tidak akan menyerah dari posisinya.