Ratusan Ribu Warga Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Rusia Hadiri dan Sebut Iran Akan Menang atas AS
Ratusan Ribu Warga Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Rusia Hadiri dan Sebut Iran Akan Menang atas AS

Ratusan Ribu Warga Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Rusia Hadiri dan Sebut Iran Akan Menang atas AS

LintasWarganet.com – 05 Juli 2026 | Ratusan ribu warga Iran berkumpul di Teheran untuk memberi penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi yang baru saja wafat dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pemimpin Rusia hadir di pemakaman tersebut dan menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan meraih kemenangan atas Amerika Serikat. Acara pemakaman yang dimulai pada 4 Juli 2026 ini telah menarik perhatian banyak delegasi internasional, termasuk dari Qatar dan Arab Saudi, yang meskipun memiliki hubungan tegang dengan Iran, tetap mengirimkan delegasi resmi.

Prosesi pemakaman berlangsung di Grand Mosalla, masjid utama umat Syiah di pinggiran kota Teheran, di mana jenazah Khamenei disemayamkan. Pihak berwenang mengharapkan sekitar 15 hingga 20 juta orang akan menghadiri acara pemakaman dan penghormatan di berbagai lokasi, termasuk di Iraq. Suasana duka yang mendalam menyelimuti Teheran, ketika para pelayat mengiringi peti jenazah Khamenei yang dibalut dengan bendera Iran, sambil meneriakkan slogan-slogan balas dendam terhadap AS dan Israel.

Baca juga:

“Kami datang untuk menuntut balas atas kematian pemimpin tertinggi kami. Hubungan kami dengan Amerika Serikat tidak akan pernah baik,” ungkap Arash Rahimi, seorang pelayat yang hadir di acara tersebut. Ayatollah Khamenei meninggal pada usia 86 tahun akibat serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel pada 28 Februari 2026. Dalam serangan tersebut, ia dianggap sebagai salah satu tokoh kunci yang berjuang melawan dominasi AS di kawasan.

Di tengah prosesi pemakaman, tiga anak Khamenei, Masoud, Meysam, dan Mostafa, terlihat hadir. Namun, Mojtaba Khamenei tidak hadir karena risiko keamanan yang mengancamnya. Dalam suasana yang emosional, ulama terkemuka Ja’far Sobhani memimpin upacara pemakaman, yang juga menjadi ajang bagi Iran untuk menunjukkan kekuatan dan solidaritas di tengah ancaman dari luar.

Baca juga:

Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, juga hadir dalam prosesi ini sebagai wakil pemerintah Indonesia, menandakan pentingnya hubungan diplomatik yang dijalin antara negara-negara meskipun dalam situasi yang tegang. Upacara penghormatan berlangsung selama dua hari, di mana masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah Khamenei dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad.

Pemimpin Rusia yang hadir dalam pemakaman ini juga menyampaikan pandangannya tentang masa depan Iran dan hubungannya dengan AS. Ia menyatakan bahwa Iran akan menang dalam pertarungan melawan AS, menegaskan dukungan Rusia terhadap Iran di tengah situasi geopolitik yang kian memanas. Hal ini menyoroti posisi Iran sebagai kekuatan regional yang berupaya mempertahankan kedaulatan dan independensinya di tengah tekanan internasional.

Baca juga:

Dalam konteks yang lebih luas, pemakaman Khamenei tidak hanya menjadi momen berduka bagi rakyat Iran tetapi juga dapat dilihat sebagai titik balik dalam geopolitik kawasan. Sejumlah pemimpin negara lain, termasuk dari Afganistan, Pakistan, dan negara-negara Teluk, turut hadir, menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan, hubungan diplomatik tetap harus dijaga.

Dengan prosesi pemakaman yang megah dan dihadiri oleh banyak tokoh internasional, jelas bahwa kematian Ayatollah Ali Khamenei akan meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah Iran dan kawasan Timur Tengah. Pemimpin Rusia hadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, sebut Iran akan menang atas AS, mencerminkan dinamika baru dalam hubungan internasional yang akan terus berkembang pasca pemakaman pemimpin yang sangat dihormati ini.