Hari ke-4 Pemakaman Ali Khamenei: Truk Megah Bawa Jenazah Keliling Teheran dalam Prosesi Bersejarah
Hari ke-4 Pemakaman Ali Khamenei: Truk Megah Bawa Jenazah Keliling Teheran dalam Prosesi Bersejarah

Hari ke-4 Pemakaman Ali Khamenei: Truk Megah Bawa Jenazah Keliling Teheran dalam Prosesi Bersejarah

LintasWarganet.com – 06 Juli 2026 | Hari ke-4 pemakaman Ali Khamenei, truk megah bawa jenazah keliling Teheran, menjadi saksi bisu dari momen bersejarah yang dipenuhi kesedihan dan semangat perlawanan. Jutaan pelayat memadati jalan-jalan utama ibu kota Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut yang gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Prosesi pemakaman dimulai sejak pagi hari, dengan truk megah yang dirancang khusus untuk mengangkut jenazah Khamenei dan empat anggota keluarganya. Truk ini berisi peti jenazah yang dikelilingi oleh bendera Iran dan simbol-simbol keagamaan, menambah khidmat suasana prosesi. Jalan Damavand, Jalan Enghelab, dan Jalan Azadi menjadi rute yang dilalui kendaraan tersebut, yang disaksikan oleh lautan manusia di sepanjang jalan.

Baca juga:

Para pelayat tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga mengangkat kepalan tangan mereka sebagai simbol perlawanan dan seruan untuk kebangkitan. Slogan “Kita Harus Bangkit” terus terdengar di antara kerumunan yang meneriakkan kalimat-kalimat mengecam AS dan Israel. Dalam suasana penuh emosi ini, Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, dan Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyerukan rakyat untuk menuntut keadilan atas kematian pemimpin mereka.

Truk yang mengangkut jenazah tersebut bukanlah kendaraan biasa, melainkan sebuah platform pemakaman bergerak yang memudahkan pelayat untuk melihat dengan jelas saat jenazah melintas. Kendaraan ini dirancang agar dapat menampung peti jenazah dan memperlihatkan kepada massa yang ingin memberikan penghormatan. Momen ini menjadi simbol penghormatan nasional dan keterlibatan publik dalam prosesi perpisahan tokoh besar negara.

Baca juga:

Selama prosesi, para pelayat terlihat sangat emosional. Tidak sedikit yang menangis dan memukul dada sebagai ungkapan duka, yang merupakan tradisi dalam budaya Syiah. Di tengah kerumunan, beberapa pelayat membawa poster bergambar Presiden AS, Donald Trump, dengan seruan balas dendam terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khamenei.

Dalam acara pemakaman ini, ribuan orang datang dari berbagai daerah untuk memberikan penghormatan terakhir. Acara ini disebut sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah modern Iran, menciptakan suasana yang penuh rasa hormat dan kesedihan. Penghormatan terakhir juga dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara, termasuk Rusia, China, dan India, yang menunjukkan perhatian internasional terhadap peristiwa ini.

Baca juga:

Setelah prosesi di Teheran, jenazah Khamenei direncanakan akan dibawa ke kota suci Qom, kemudian menuju Najaf, Karbala, dan akhirnya dimakamkan di kompleks makam suci Imam Reza di Mashhad, sesuai dengan wasiat yang ditinggalkannya.

Hari ke-4 pemakaman Ali Khamenei, truk megah bawa jenazah keliling Teheran, tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga panggilan bagi rakyat Iran untuk bersatu dan melanjutkan perjuangan yang telah diajarkan oleh pemimpin mereka. Prosesi ini menjadi lambang kekuatan dan determinasi bangsa Iran dalam menghadapi tantangan yang ada di depan.