LintasWarganet.com – 05 Juli 2026 | JAKARTA – Pangkogabwilhan pimpin langsung penyerahan jenazah pilot berpaspor AS kepada AMA Air, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan duka mendalam atas insiden penembakan terhadap pilot PT Associated Mission Aviation (AMA) Air, Capt. Nicholas Francis Gosselin. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, di Lapangan Terbang Ipdeheik, Papua, saat pilot tersebut menjalankan misi kemanusiaan.
Dalam sambutannya saat penyerahan jenazah di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (3/7), Letjen TNI Lucky menegaskan bahwa tindakan penembakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap misi kemanusiaan. “Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan,” tegasnya. Pilot yang berusia 30 tahun ini tewas setelah pesawat yang dikemudikannya, sebuah Pilatus Porter, ditembak oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan kemudian dibakar.
Prosesi penyerahan jenazah dihadiri oleh berbagai pejabat TNI, pemerintah daerah, pimpinan PT AMA Air, dan Uskup Jayapura, Yanuarius Teofilus Matopai You. Upacara diawali dengan penghormatan militer, yang menunjukkan penghargaan tinggi terhadap jasa almarhum. “Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucap Letjen Lucky.
Setelah proses penyerahan, jenazah Nicholas diterbangkan menuju Hanggar PT AMA di Sentani untuk disemayamkan. Uskup Yanuarius menyatakan bahwa PT AMA telah beroperasi selama puluhan tahun untuk melayani masyarakat Papua dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. “Misi kami adalah misi kemanusiaan, dan kami mengutuk keras tindakan penembakan ini,” ujarnya.
Kedutaan Besar Amerika Serikat juga terlibat dalam proses repatriasi jenazah Nicholas. Mereka memastikan pengiriman jenazah ke negara asalnya berjalan lancar. Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, menegaskan bahwa tindakan penembakan ini menunjukkan tingkat ancaman yang tinggi terhadap keselamatan penerbangan di Papua. Ini adalah pertama kalinya pesawat AMA menjadi target serangan dalam 67 tahun sejarah operasional mereka.
Insiden ini mengundang perhatian internasional dan menggarisbawahi pentingnya keamanan penerbangan di daerah konflik. TNI memastikan akan terus berkomitmen untuk menjaga keamanan di wilayah Papua agar pelayanan kemanusiaan dapat berlangsung dengan aman. Letjen Lucky menegaskan, “Kami akan melanjutkan tugas menjaga dan mengamankan tanah Papua ini agar segera bisa aman, damai, dan sejahtera.” Kecaman juga datang dari Uskup Jayapura, yang menegaskan bahwa AMA tidak pernah membawa petugas ABRI atau amunisi dalam penerbangan mereka.
Dengan penyerahan ini, diharapkan agar kejadian serupa tidak terulang, dan seluruh pihak dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi misi kemanusiaan di Papua. Pangkogabwilhan pimpin langsung penyerahan jenazah pilot berpaspor AS kepada AMA Air, mencerminkan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas dan keamanan di daerah rawan konflik seperti Papua.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet