Misteri Hilangnya Remaja Karanganyar Terungkap: Sempat Dikabarkan Tenggelam di Bengawan Solo, Ternyata Cari Kerja di Jogja
Misteri Hilangnya Remaja Karanganyar Terungkap: Sempat Dikabarkan Tenggelam di Bengawan Solo, Ternyata Cari Kerja di Jogja

Misteri Hilangnya Remaja Karanganyar Terungkap: Sempat Dikabarkan Tenggelam di Bengawan Solo, Ternyata Cari Kerja di Jogja

LintasWarganet.com – 09 Juli 2026 | Kabar mengenai hilangnya seorang remaja asal Karanganyar, Samuel Mikael Pakpahan (16), yang sempat dikabarkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, akhirnya terjawab. Remaja yang berasal dari Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar itu ternyata tidak mengalami musibah, melainkan pergi ke Yogyakarta untuk mencari pekerjaan.

Peristiwa ini bermula pada Jumat dini hari, 3 Juli 2026, ketika Mikael meminta salah satu temannya, Danis, untuk mengantarkannya ke bawah Jembatan Jurug. Di lokasi tersebut, Mikael berencana menjemput pacarnya. Namun, setelah menunggu dan tidak melihat sosok pacarnya, Danis kembali ke lokasi dan menemukan sandal serta handphone milik Mikael tergeletak di tepi sungai.

Baca juga:

Melihat barang-barang tersebut, Danis langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib dan relawan yang berada di sekitar lokasi. Operasi pencarian pun segera dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di sekitar Jembatan Jurug dan aliran Sungai Bengawan Solo. Namun, upaya pencarian selama tiga hari tidak membuahkan hasil.

Informasi baru diperoleh ketika Mikael menghubungi temannya melalui DM di TikTok, yang mengungkapkan bahwa dirinya berada di Yogyakarta. Ia pergi ke sana untuk mencari pekerjaan, meninggalkan sandalnya dan handphone di tepi sungai untuk membuat keluarganya percaya bahwa ia tenggelam atau mungkin bunuh diri.

Baca juga:

Menurut Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, setelah meninggalkan barang-barangnya, Mikael berlari menuju rumah temannya di Solo dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dengan menggunakan bus dari Terminal Tirtonadi. Keberadaan Mikael di Yogyakarta diketahui setelah ia menghubungi temannya dan meminta dijemput di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Kehilangan Mikael sempat membuat kekhawatiran di kalangan keluarganya dan masyarakat setempat, yang mengira bahwa remaja tersebut telah hanyut dan tenggelam. Masyarakat pun turut membantu dalam pencarian, namun setelah diketahui bahwa Mikael mencari kerja, operasi pencarian dihentikan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga:

Mikael tidak hanya mencari pekerjaan di Yogyakarta, tetapi juga terlibat dalam usaha jualan tahu bulat, yang menunjukkan inisiatifnya untuk mendapatkan penghasilan. Tindakan Mikael yang berani untuk mencari pekerjaan di luar kota, meskipun berisiko, menjadi pelajaran bagi banyak remaja lainnya untuk tidak ragu dalam menjalani cita-cita mereka.

Dengan demikian, peristiwa yang sempat dikabarkan tenggelam di Bengawan Solo ini mengingatkan kita akan pentingnya komunikasi dan pengertian antara orang tua dan anak. Harapan masyarakat adalah agar Mikael dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dan kembali dengan selamat ke rumah.