Menteri Maman: Pentingnya Pemanfaatan AI bagi Daya Saing UMKM di Indonesia
Menteri Maman: Pentingnya Pemanfaatan AI bagi Daya Saing UMKM di Indonesia

Menteri Maman: Pentingnya Pemanfaatan AI bagi Daya Saing UMKM di Indonesia

LintasWarganet.com – 09 Juli 2026 | Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 90 persen pelaku UMKM belum manfaatkan AI. Menteri Maman ingatkan kebutuhan untuk tingkatkan daya saing di era digital ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri Maman menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan artifisial (AI) merupakan alat yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi dan daya saing produk mereka di pasar.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi, terutama AI, telah melaju dengan pesat. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia masih belum memanfaatkan teknologi ini dengan optimal. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Maman saat mengadakan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor UMKM.

Baca juga:

Menteri Maman menekankan bahwa pemanfaatan AI dapat membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan inventaris, pemasaran, hingga pelayanan pelanggan. AI dapat mengotomatisasi proses yang sebelumnya memakan waktu dan sumber daya, sehingga pelaku UMKM dapat fokus pada pengembangan produk dan strategi bisnis mereka.

“Kami ingin memastikan bahwa semua pelaku UMKM dapat mengakses teknologi canggih ini,” ujar Menteri Maman. “Dengan memanfaatkan AI, mereka dapat bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di pasar global.”

Dalam diskusi tersebut, Menteri Maman juga mengungkapkan beberapa inisiatif yang akan dilakukan oleh Kementerian UMKM untuk mendukung adopsi teknologi ini. Salah satunya adalah program pelatihan bagi pelaku UMKM untuk memahami dan menerapkan AI di bisnis mereka. Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas.

Baca juga:

Lebih lanjut, Kementerian akan bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan teknologi untuk menyediakan sumber daya dan alat yang diperlukan bagi pelaku UMKM. “Kami percaya bahwa pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk mendorong penggunaan AI di sektor UMKM,” tambah Menteri Maman.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Maman juga mengingatkan bahwa ketidakpahaman terhadap teknologi bukanlah alasan untuk tidak beradaptasi. “90 persen pelaku UMKM belum manfaatkan AI, ini saatnya kita bergerak maju. Jika tidak, kita akan tertinggal,” tegasnya. Dia berharap, dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat bertransformasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing mereka.

Beberapa contoh penggunaan AI di sektor UMKM mencakup penerapan chatbots untuk layanan pelanggan yang lebih cepat, analisis data untuk memahami perilaku konsumen, dan penggunaan sistem manajemen inventaris yang lebih efisien. Teknologi ini tidak hanya menghemat waktu tetapi juga mengurangi biaya operasional, yang sangat penting bagi pelaku UMKM.

Baca juga:

Dengan semakin banyaknya contoh sukses di luar negeri, Menteri Maman optimis bahwa pelaku UMKM di Indonesia dapat mengikuti jejak tersebut. Dia menekankan bahwa pemerintah akan terus mendorong dan memberikan dukungan penuh agar pelaku UMKM tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga berinovasi dalam produk dan layanan mereka.

Dalam rangka meningkatkan daya saing, Kementerian UMKM juga akan menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi terbaru kepada pelaku UMKM. “Kami ingin mempercepat proses adopsi teknologi di kalangan UMKM, karena masa depan bisnis sangat bergantung pada kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi,” tutup Menteri Maman.