Kekayaan A Rahman Wali Kota Bima Menembus Rp9 M, Pelantikan Istri dan Ipar Jadi Pejabat Memicu Kontroversi
Kekayaan A Rahman Wali Kota Bima Menembus Rp9 M, Pelantikan Istri dan Ipar Jadi Pejabat Memicu Kontroversi

Kekayaan A Rahman Wali Kota Bima Menembus Rp9 M, Pelantikan Istri dan Ipar Jadi Pejabat Memicu Kontroversi

LintasWarganet.com – 05 Juli 2026 | Harta kekayaan A Rahman wali kota Bima yang lantik istri dan ipar jadi pejabat, tembus Rp9 M [titlebase], kini menjadi sorotan publik setelah pelantikan anggota keluarganya di jajaran pemerintahan. Wali Kota Bima, H. A. Rahman, melantik istrinya, Badrah Ekawati, sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan dan iparnya, M. Auwalyah, sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah pada Rabu (1/7/2026) di Aula Maja Labo Dahu.

Pelantikan ini dilakukan bersamaan dengan mutasi 87 pejabat lainnya, namun keberadaan anggota keluarga dalam posisi strategis menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengangkatan tersebut. Juru bicara Pemerintah Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa pengangkatan pejabat di lingkungan Pemkot Bima selalu mengikuti prosedur yang berlaku, dengan penilaian berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan pengalaman, serta bukan karena hubungan kekeluargaan.

Baca juga:

Dalam laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 19 Maret 2026, A. Rahman tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp 9.100.474.186 tanpa utang. Harta kekayaan A Rahman wali kota Bima yang lantik istri dan ipar jadi pejabat ini terdiri dari berbagai aset, termasuk tanah dan bangunan, alat transportasi, serta kas dan setara kas. Keberhasilan A Rahman dalam mengumpulkan kekayaan tersebut menjadi sorotan di tengah kontroversi pelantikan anggota keluarganya.

Wali Kota Bima, yang sebelumnya merupakan anggota DPRD NTB dari Partai Demokrat, menanggapi polemik ini dengan menyatakan bahwa pelantikan telah dilakukan melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dan menggunakan sistem meritokrasi. A Rahman menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki hak yang sama untuk dipromosikan selama memenuhi syarat dan memiliki kompetensi yang diperlukan.

“Saya sadar tidak semua orang akan puas. Namun, ketidakpuasan itu merupakan bagian dari demokrasi,” ungkap A Rahman, yang akrab disapa Aji Man. Ia menambahkan bahwa pegawai yang melanggar aturan akan diproses sesuai dengan ketentuan yang ada, dan pegawai yang berprestasi akan tetap diberi penghargaan tanpa memandang hubungan keluarga.

Juru bicara Pemkot Bima, Dr. Muhammad Hasyim, juga menekankan bahwa pelantikan istri A Rahman sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan tidak menghilangkan hak ASN lainnya untuk mengikuti proses promosi jabatan. “Setiap ASN yang memenuhi persyaratan dan memiliki integritas serta kemampuan akan mendapatkan kesempatan yang sama,” jelasnya.

Baca juga:

Dengan kekayaan A Rahman yang sudah mencapai Rp9 M, masyarakat pun berharap agar kinerjanya sebagai Wali Kota Bima dapat sejalan dengan tanggung jawab yang diemban. Diharapkan, pelantikan anggota keluarganya tidak mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang dipimpin olehnya.

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk tetap transparan dan akuntabel dalam setiap keputusan yang diambil, serta memastikan bahwa setiap pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan baik dan memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan. Dengan demikian, harta kekayaan A Rahman wali kota Bima yang lantik istri dan ipar jadi pejabat, tembus Rp9 M [titlebase], diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pejabat lain untuk menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mereka.