LintasWarganet.com – 13 Agustus 2026 | OPEC dan IEA memangkas proyeksi permintaan minyak dunia 2026, mengakibatkan harga minyak mentah dunia tertekan. Konflik dan pasokan terbatas menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan permintaan minyak. Organisasi Energi Dunia (IEA) dan Konferensi Minyak Negara-negara Berkembang (OPEC) telah mengumumkan penurunan proyeksi permintaan minyak dunia 2026. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat lebih lambat daripada yang diharapkan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. OPEC dan IEA juga memprediksi bahwa produksi minyak akan meningkat, tetapi tidak cukup untuk menutupi penurunan permintaan. Hal ini akan menyebabkan surplus minyak dan mengakibatkan harga minyak mentah dunia tertekan. Konflik dan pasokan terbatas menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan permintaan minyak. Organisasi Energi Dunia (IEA) telah mengumumkan bahwa permintaan minyak akan meningkat lebih lambat daripada yang diharapkan sebelumnya. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,5% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,2% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. Konferensi Minyak Negara-negara Berkembang (OPEC) juga telah mengumumkan penurunan proyeksi permintaan minyak dunia 2026. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,4% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,1% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. OPEC dan IEA juga memprediksi bahwa produksi minyak akan meningkat, tetapi tidak cukup untuk menutupi penurunan permintaan. Hal ini akan menyebabkan surplus minyak dan mengakibatkan harga minyak mentah dunia tertekan. Konflik dan pasokan terbatas menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan permintaan minyak. Organisasi Energi Dunia (IEA) telah mengumumkan bahwa permintaan minyak akan meningkat lebih lambat daripada yang diharapkan sebelumnya. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,5% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,2% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. Konferensi Minyak Negara-negara Berkembang (OPEC) juga telah mengumumkan penurunan proyeksi permintaan minyak dunia 2026. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,4% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,1% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. OPEC dan IEA juga memprediksi bahwa produksi minyak akan meningkat, tetapi tidak cukup untuk menutupi penurunan permintaan. Hal ini akan menyebabkan surplus minyak dan mengakibatkan harga minyak mentah dunia tertekan. Konflik dan pasokan terbatas menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan permintaan minyak. Organisasi Energi Dunia (IEA) telah mengumumkan bahwa permintaan minyak akan meningkat lebih lambat daripada yang diharapkan sebelumnya. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,5% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,2% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. Konferensi Minyak Negara-negara Berkembang (OPEC) juga telah mengumumkan penurunan proyeksi permintaan minyak dunia 2026. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,4% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,1% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. OPEC dan IEA juga memprediksi bahwa produksi minyak akan meningkat, tetapi tidak cukup untuk menutupi penurunan permintaan. Hal ini akan menyebabkan surplus minyak dan mengakibatkan harga minyak mentah dunia tertekan. Konflik dan pasokan terbatas menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan permintaan minyak. Organisasi Energi Dunia (IEA) telah mengumumkan bahwa permintaan minyak akan meningkat lebih lambat daripada yang diharapkan sebelumnya. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,5% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,2% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. Konferensi Minyak Negara-negara Berkembang (OPEC) juga telah mengumumkan penurunan proyeksi permintaan minyak dunia 2026. Mereka memprediksi bahwa permintaan minyak akan meningkat sekitar 0,4% pada tahun 2026, dibandingkan dengan 1,1% pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan penggunaan energi hijau, serta meningkatnya harga minyak. OPEC dan IEA juga memprediksi bahwa produksi minyak akan meningkat, tetapi tidak cukup untuk menutupi penurunan permintaan.
OPEC dan IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Harga Minyak Mentah Dunia Tertekan
OPEC dan IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Harga Minyak Mentah Dunia Tertekan
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet